Jurnalpantura.id, Kudus – Sepuluh rumah keluarga tidak mampu di wilayah Kabupaten Kudus Jawa Tengah mendapatkan bantuan renovasi dari PT Djarum, dengan menjadikan tempat tinggal mereka sebagai Rumah Sederhana Layak Huni ((RSLH).
Program kolaboratif bersama Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus ini merupakan bentuk nyata atas upaya Penanggulangan Kemiskinan Esktrem (PKE) yang digagas Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada 2021.
Bupati Kudus HM Hartopo mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan PT Djarum terhadap upaya pengentasan kemiskinan di kawasan “Kota Kretek’ demi memberikan hunian yang sehat, aman, dan layak bagi masyarakat.
Ia berharap program ini dapat memberi manfaat positif bagi para penerima bantuan dan berjalan secara berkelanjutan. Sebab, peran serta pelaku usaha melalui program corporate social responsibility (CSR) sangat diperlukan dalam membantu pemerintah mempercepat program penanggulangan kemiskinan.
“Rumah yang layak huni adalah salah satu elemen dasar dalam mengentaskan kemiskinan. Kami berharap, dengan adanya rumah lebih baik, taraf hidup dan kesejahteraan para penerima bantuan dapat semakin meningkat,” ujar Hartopo saat Serah Terima Rumah Sederhana Layak Huni di Setrokalangan, Kaliwungu, Kudus. Rabu 02/11/2022.

Serah terima dari PT Djarum kepada 10 pemilik rumah tersebut dihadiri Deputi GM Corporate Communications PT Djarum, Achmad Budiharto, serta camat dan sejumlah kepala desa di Kudus.
Deputi GM Corporate Communications PT Djarum, Achmad Budiharto mengatakan, keikutsertaan PT Djarum dalam menyukseskan program RSLH merupakan komitmen mendukung program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan menaikkan taraf hidup masyarakat.
Sebelumnya, program renovasi serupa juga sudah dijalankan PT Djarum kepada warga di Pemalang, Jawa Tengah.
“Program renovasi rumah ini tak lepas dari upaya PT Djarum untuk ambil bagian dalam program pengentasan kemiskinan ekstrem agar masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan memiliki rumah yang layak huni. Khusus di Kudus sebagai operasional perusahaan, kegiatan ini merupakan upaya PT Djarum dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Kota Kretek,” tutur Budiharto.
Dalam kegiatan ini, PT Djarum melakukan bedah rumah sehingga hunian memenuhi tiga hal dasar, yakni Sehat, Aman, dan Layak.
Dari sisi kesehatan, renovasi rumah melingkupi perbaikan terhadap sanitasi air kotor, pencahayaan serta memastikan udara tersirkulasi dengan baik. Rumah yang direnovasi juga dibangun dengan konstruksi yang kuat dan kokoh sehingga dapat menjadi tempat bernaung yang aman bagi seluruh keluarga.
Tak hanya itu, renovasi yang dilakukan PT Djarum juga memperhatikan unsur estetika agar setiap penghuni dapat tinggal dengan bahagia dan nyaman.
Pada program renovasi rumah di Kudus ini, PT Djarum mengucurkan dana sebesar Rp 500 juta untuk 10 rumah yang diperbaiki, dengan masing- masing bantuan setiap rumah berkisar antara Rp 38 juta hingga Rp 52 juta.
Kusnandar mengaku keluarganya sangat terbantu dan merasa bahagia menjadi salah satu orang yang terpilih. Kini, tempat tinggalnya menjadi lebih layak huni setelah dilakukan renovasi.
“Saya sekeluarga sangat senang dan tidak menyangka rumah kami yang semula seadanya sekarang menjadi terlihat sangat berbeda dan nyaman ditempati,” ujarnya.
Selain di dua rumah di Desa Setrokalangan (Kaliwungu), program ini juga diberikan ke delapan rumah lainnya dengan sebaran dua rumah di Desa Pasuruhan, satu di Desa Jetis Kapuan dan Loram Kulon (Jati), kemudian satu rumah di Desa Medini (Undaan), Desa Getassrabi (Kaliwungu), Desa Rahtawu (Gebog), Desa Bulungcangkring (Jekulo). (J02/A01)










