Endhah Sam’ani Ajak Bunda Sanitasi Jadi Penggerak Perubahan di Masyarakat

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, menyampaikan sambutan saat kegiatan Loka Latih Calon Bunda Sanitasi Kabupaten Kudus di Wisma Djarum, Ploso, Senin (26/10/2026). Foto: Dok. Diskominfo Kudus

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, menyampaikan sambutan saat kegiatan Loka Latih Calon Bunda Sanitasi Kabupaten Kudus di Wisma Djarum, Ploso, Senin (26/10/2026). Foto: Dok. Diskominfo Kudus

Jurnalpantura.id, Kudus –  Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, mengajak para calon Bunda Sanitasi untuk berperan aktif menggerakkan masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Melalui edukasi dan pendampingan kader, upaya meningkatkan kesadaran tentang pentingnya air minum aman serta sanitasi layak diharapkan semakin meluas hingga tingkat keluarga.

Ajakan tersebut disampaikan Endhah dalam kegiatan Loka Latih Calon Bunda Sanitasi Kabupaten Kudus yang berlangsung di Wisma Djarum, Ploso, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini melibatkan TP PKK, Bakti Sosial Djarum Foundation, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membekali calon Bunda Sanitasi dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Endhah menuturkan, perubahan perilaku menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang sehat. Menurutnya, keberadaan sarana sanitasi perlu diimbangi dengan kebiasaan masyarakat menjaga kebersihan, menggunakan jamban sehat, serta mengelola air limbah dan sampah rumah tangga secara tepat.

Ia menyebut keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk kebiasaan hidup sehat. Karena itu, Bunda Sanitasi diharapkan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi teladan dan pendamping yang mampu mendorong perubahan di lingkungan masing-masing.

“TP PKK memiliki peran strategis karena keluarga merupakan tempat pertama untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat. Melalui Bunda Sanitasi, kami ingin menguatkan peran perempuan agar dapat menjadi teladan sekaligus menggerakkan masyarakat di lingkungannya,” ujarnya.

Untuk memperkuat pendampingan kader, Endhah mengenalkan pendekatan Satu Rangkulan, Lima Peran (5N). Pendekatan tersebut mencakup ngemong, yaitu mendengarkan dan menjadi teman cerita; ngayomi dengan memberikan dukungan; ngandani melalui pengingat tugas dan tanggung jawab; ngguyubi dengan hadir serta membersamai kegiatan; dan nguwongke dengan menghargai serta melibatkan kader.

Menurut Endhah, kelima peran itu menjadi bekal bagi Bunda Sanitasi dalam membangun hubungan yang baik dengan kader. Dengan pendampingan yang tepat, kader diharapkan merasa dihargai, memperoleh dukungan, dan semakin aktif menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat.

“Bunda Sanitasi harus mampu ngemong dengan mendengarkan dan menjadi teman cerita bagi kader, ngayomi melalui dukungan dan pendampingan, ngandani dengan mengingatkan peran serta tugas kader, ngguyubi dengan hadir dan membersamai setiap kegiatan, serta nguwongke dengan menghargai dan melibatkan kader. Dengan rangkulan tersebut, kader akan merasa didukung dan menjadi bagian penting dari perubahan,” jelasnya.

Baca Juga :  Pembangunan Saluran Drainase di Jalan KH Achmad Dahlan hingga Turaichan Kudus Selesai Tepat Waktu

Endhah berharap materi yang diperoleh dalam loka latih dapat diterapkan secara nyata di wilayah kerja masing-masing. Edukasi mengenai air minum aman, penggunaan jamban sehat, dan kebersihan lingkungan perlu dimulai dari keluarga, kemudian diperluas melalui keterlibatan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Bunda Sanitasi, kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat. Kerja sama lintas pihak dinilai diperlukan agar upaya meningkatkan kesadaran sanitasi tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, melainkan berkembang menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Kolaborasi menjadi kunci agar gerakan sanitasi dapat berjalan secara berkelanjutan. Kami ingin Bunda Sanitasi bersinergi dengan kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat sehingga kesadaran menjaga sanitasi tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari,” tambah Endhah.

Sementara itu, General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, mengatakan kader memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi kesehatan karena berinteraksi langsung dengan warga.

“Para kader memiliki peran penting sebagai motivator, promotor, edukator, dan agen perubahan. Mereka berada dekat dengan masyarakat sehingga dapat membantu menyampaikan informasi, membangun kesadaran, serta mengajak keluarga untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Abdul Hakam, menjelaskan bahwa air minum yang tidak aman dan kondisi sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko penyakit, termasuk diare. Permasalahan tersebut juga berkaitan dengan pemenuhan gizi dan upaya pencegahan stunting.

Oleh sebab itu, edukasi tentang kualitas air minum, penerapan PHBS, serta penggunaan jamban sehat perlu terus diperkuat. Melalui peran aktif Bunda Sanitasi bersama kader dan berbagai pemangku kepentingan, kesadaran masyarakat diharapkan tumbuh sehingga tercipta keluarga yang lebih sehat dan lingkungan yang lebih bersih. (J02/A01)

Berita Terkait

Wartawan dan Polisi di Kudus Kompak Jalan Sehat Sambil Bersihkan Lingkungan
Pemulihan Rumput Alun-alun Simpang 7 Kudus Dimulai, Pemupukan dan Penyiraman Digenjot
Polisi dan Relawan RRM Bersama Warga Bersihkan Masjid Al Ihsan Getaspejaten
Kudus ASIK Hadir di UTMM 2026, Sampah Peserta Dipilah dan Ditukar Merchandise
Kresek.id Edukasi Siswa SMP 1 Jati Kudus tentang Pilah Sampah dan Daur Ulang
Tekan Emisi Karbon, RS Mardi Rahayu Kudus Mulai Operasikan PLTS Atap 416 kWp
60 Personel Dikerahkan, Pemkab Kudus Kawal Kebersihan Pasca Konser Guyon Waton
Kudus Gencarkan Penghijauan, Target Tanam 50 Pohon Setiap Jumat
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Wartawan dan Polisi di Kudus Kompak Jalan Sehat Sambil Bersihkan Lingkungan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Endhah Sam’ani Ajak Bunda Sanitasi Jadi Penggerak Perubahan di Masyarakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Pemulihan Rumput Alun-alun Simpang 7 Kudus Dimulai, Pemupukan dan Penyiraman Digenjot

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Polisi dan Relawan RRM Bersama Warga Bersihkan Masjid Al Ihsan Getaspejaten

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kudus ASIK Hadir di UTMM 2026, Sampah Peserta Dipilah dan Ditukar Merchandise

Berita Terbaru