Jurnalpantura.id, Kudus – Empat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Kudus mendapat kepercayaan dari Kementerian Koperasi (Kemenkop) Republik Indonesia untuk mengikuti program magang ke koperasi desa percontohan.
Koperasi yang terpilih berasal dari empat desa berbeda. Koperasi Desa Tanjungrejo (Kecamatan Jekulo) dan Desa Dersalam (Kecamatan Bae) dijadwalkan mengikuti magang di Bandung.
Sementara itu, Koperasi Desa Bulung Kulon (Jekulo) akan menjalani magang di Kabupaten Cilacap, dan Koperasi Desa Kedungdowo (Kaliwungu) akan dikirim ke Kabupaten Lamongan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus, Catur Widiyatno, menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam proses seleksi.
“Penunjukan ini murni dari Kementerian Koperasi. Tidak ada campur tangan dari pemerintah daerah, sehingga kami pun tidak tahu pasti dasar pemilihannya,” ujar Catur, Selasa (21/10/2025).
Lebih lanjut, Catur menjelaskan bahwa lokasi tujuan magang dipilih karena dinilai memiliki koperasi desa yang telah berkembang dengan baik dan memiliki sistem pengelolaan profesional.
Hal ini diharapkan menjadi bekal bagi koperasi dari Kudus untuk melakukan pembenahan dan pengembangan ke depan.
“Empat koperasi yang berangkat ini kami harapkan bisa belajar langsung dari praktik terbaik. Sehingga, saat kembali ke Kudus, mereka mampu menerapkan model pengelolaan koperasi yang lebih efektif dan berdampak,” jelasnya.
Meski belum ada jadwal resmi dimulainya program magang, Catur memastikan kegiatan ini akan dilaksanakan dalam tahun 2025. Seluruh biaya magang pun akan ditanggung langsung oleh Kemenkop.
Sementara itu, Ketua Koperasi Merah Putih Desa Tanjungrejo, Lilik Ngesti Widiasuryani menyebut pihaknya sudah mulai menjaring anggota koperasi dari berbagai unsur masyarakat.
“Kami tidak ingin bersaing dengan usaha yang sudah ada, tapi justru merangkul pelaku UMKM, toko, dan masyarakat lokal,” ujarnya.
Lilik juga menyebut, koperasi merah putih nantinya dapat memilih dari tujuh unit usaha yang telah ditetapkan dalam skema program nasional, seperti usaha simpan pinjam, kios sembako, apotek, klinik, cold storage, hingga sistem logistik.
“Jenis usahanya masih kami diskusikan, yang jelas kami ingin koperasi ini jadi solusi ekonomi desa, bukan kompetitor,” tutupnya. ***










