Jurnalpantura.id, Kudus – Cuaca ekstrem melanda wilayah Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus pada Kamis 09/04/2026 sore.
Hujan deras yang disertai angin kencang mengakibatkan belasan rumah warga di dua desa mengalami kerusakan dan sejumlah pohon tumbang.
Camat Undaan, Arif Budiyanto, melaporkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.40 WIB. Awalnya, wilayah tersebut hanya diguyur hujan ringan, namun dalam hitungan menit intensitas hujan meningkat drastis diikuti tiupan angin kencang yang menyapu pemukiman warga.
Berdasarkan data sementara, terdapat dua desa yang melaporkan kerusakan cukup signifikan, yakni Desa Larikrejo dan Desa Karangrowo.
”Data sementara ada 16 bangunan yang terdampak dengan total kerusakan mencapai 2.055 genteng. Selain itu, dilaporkan ada 3 pohon tumbang di beberapa lokasi,” ujar Arif Budiyanto.
Dari hasil pendataan, di Desa Larikrejo Sebanyak 7 bangunan mengalami kerusakan pada bagian atap. Diperkirakan 1.200 genteng porak-poranda akibat sapuan angin. Selain rumah warga seperti milik Sulisno, Rumini, hingga Selamet Kuat, satu pohon juga dilaporkan tumbang di wilayah RT 05 RW 01.
“Di Desa Karangrowo, tercatat 9 bangunan terdampak, mayoritas berada di Dukuh Kaliyoso dan Dukuh Ngelo. Sebanyak 855 genteng dilaporkan rusak. Tak hanya bangunan, dua pohon di area sawah Blok Dangi juga tumbang diterjang angin,” terangnya.
Beruntung tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa singkat tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 3,5 juta.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di wilayah Undaan masih terpantau hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Sementara kencana dan relawan Undaan masih melakukan asessment (pendataan) lebih lanjut untuk memastikan total kerugian dan memberikan bantuan yang diperlukan bagi warga terdampak.
“Warga dihimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca yang masih tidak menentu dan potensi angin kencang yang bisa terjadi sewaktu-waktu saat hujan deras melanda,” pungkasnya. (J02/A01)










