Jurnalpantura.id, Kudus – Komandan Korem 073/Makutarama, Kolonel Arm Ezra Nathanael, S.Kom., M.M., M.Han., melakukan peninjauan langsung terhadap prajurit Brigif Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 43 Muria yang baru tiba di Kabupaten Kudus.
Dalam kunjungannya, ia menekankan pentingnya disiplin serta semangat pengabdian bagi seluruh prajurit dalam menjalankan tugas di wilayah.
Peninjauan tersebut berlangsung di kompleks Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT), Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Senin 30/03/2026, yang saat ini difungsikan sebagai lokasi sementara penempatan prajurit.
Dalam kesempatan itu, Danrem tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga mengecek secara langsung kondisi lapangan. Ia meninjau sejumlah fasilitas yang telah disiapkan, seperti tempat tinggal prajurit, dapur umum, hingga area komando guna memastikan kesiapan operasional berjalan optimal.
Di hadapan para prajurit, Kolonel Ezra menegaskan agar mereka mensyukuri penempatan yang telah diberikan. Ia mengingatkan bahwa keberadaan mereka merupakan bagian dari sejarah awal pembentukan satuan Brigif Teritorial Pembangunan di Kudus.
“Catat dan jalani momen ini dengan baik. Kalian adalah bagian dari sejarah satuan, sehingga harus mampu menunjukkan sikap dan kinerja terbaik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh prajurit menjaga perilaku dan tidak melakukan pelanggaran selama bertugas di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran TNI harus mampu memberikan rasa aman sekaligus manfaat nyata bagi warga.
Lebih lanjut, Danrem menjelaskan bahwa Brigif TP 43 Muria memiliki peran strategis dalam mendukung tugas teritorial, termasuk meng-cover tujuh Kodim di wilayah Jawa Tengah. Oleh karena itu, prajurit dituntut untuk siap berkontribusi dalam pembangunan daerah, penguatan ketahanan wilayah, serta mendukung program ketahanan pangan.
Dalam arahannya, ia juga menyinggung dinamika global yang tengah berkembang. Kondisi dunia yang tidak stabil, menurutnya, menjadi pengingat pentingnya kesiapan pertahanan, termasuk dukungan logistik wilayah yang menjadi bagian dari tugas prajurit teritorial.
Selain itu, pembinaan karakter prajurit turut menjadi perhatian utama. Danrem menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai keprajuritan, seperti disiplin, kepatriotisme, serta penguasaan kemampuan dasar militer, termasuk Peraturan Baris Berbaris (PBB).
Untuk sementara, para prajurit akan menempati lokasi tersebut selama 6 hingga 10 bulan, sembari menunggu pembangunan markas Brigif TP 43 Muria selesai. Meski berada di fasilitas sementara, mereka diminta tetap menjalankan tugas dengan maksimal.
Danrem juga memberikan apresiasi kepada para prajurit yang tergabung dalam satuan tersebut. Ia berharap mereka mampu menjadi prajurit yang tangguh, tidak mudah mengeluh, serta siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Ke depan, Brigif TP 43 Muria diharapkan mampu berperan aktif dalam membantu pemerintah daerah, termasuk mendukung penanganan persoalan sosial serta bersinergi dengan aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas wilayah.
Selain menjalankan tugas teritorial, satuan ini juga akan memperkuat sistem organisasi internal, mulai dari fungsi staf hingga pembinaan satuan di bawahnya, sehingga keberadaannya benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Kudus dan sekitarnya. (J02/A01)










