Jurnalpantura.id, Kudus – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai di Kabupaten Kudus.
Diawali dengan Upacara Pembukaan di Lapangan Sepak Bola PR Jambu Bol, Desa Ngembal Rejo, Kecamatan Bae, Selasa (10/2/2026) pagi, yang dipimpin langsung Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris selaku Inspektur Upacara.
Sekitar 300 peserta mengikuti kegiatan yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” tersebut. Upacara dihadiri Dandim 0722/Kudus Letkol Arh. Yuusufa Allan Andriasie, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo, Ketua DPRD Kudus Mas’an, Kajari Kudus Andi Metrawijaya, jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat, kepala desa, organisasi kemasyarakatan, hingga pelajar.
Dalam amanatnya, Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi menjadi simbol kuat kebersamaan dan gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“TMMD adalah wujud dharma bakti TNI dalam membantu percepatan pemerataan pembangunan serta memperkuat ketahanan nasional di wilayah. Ini juga menjadi bukti bahwa TNI selalu hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD di Kudus. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan pembangunan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kudus juga melakukan penandatanganan naskah program dan penyerahan program TMMD kepada Dandim 0722/Kudus. Pembukaan TMMD secara simbolis ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Bupati Kudus didampingi unsur Forkopimda.
Sementara itu, Dandim 0722/Kudus Letkol Arh. Yuusufa Allan Andriasie menjelaskan, sasaran fisik TMMD Sengkuyung Tahap I difokuskan pada betonisasi Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, sepanjang 450 meter, lebar 3 meter, dan tebal 15 sentimeter.
“Infrastruktur ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, khususnya para petani, sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian desa,” jelasnya.
Selain pembangunan fisik, program TMMD juga mencakup kegiatan nonfisik berupa penyuluhan bela negara, pemberdayaan masyarakat, serta penyuluhan desa tanggap bencana.
Dandim menambahkan, pelaksanaan TMMD berlangsung mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026 dengan total anggaran Rp549.009.000, yang bersumber dari APBD Kabupaten Kudus sebesar Rp307.449.000 dan APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp241.560.000.
“Pembangunan desa harus tetap berpijak pada nilai kearifan lokal. Keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian budaya harus terus dijaga,” tambahnya. (J02/A01)










