Berkah Lebaran Ketupat bagi Pedagang Kelapa di Kudus: Permintaan Naik, Harga Tetap Stabil

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atmirah, pedagang kelapa di Pasar Kliwon Kudus. (Foto: JP)

Atmirah, pedagang kelapa di Pasar Kliwon Kudus. (Foto: JP)

Kudus, Jurnalpatura.id — Memasuki H+7 Idulfitri, warga Kabupaten Kudus memiliki tradisi unik yang disebut sebagai Lebaran Ketupat. Menjelang lebaran, warga Kudus akan beramai-ramai membuat ketupat dan lepet, lengkap dengan sayur lodeh, semur, atau opor.

Adapun salah satu bahan utama makanan-makanan tersebut adalah kelapa. Selain dijadikan santan untuk sayur, kelapa yang diparut juga memberikan rasa gurih yang khas ketika dicampur sebagai bahan dasar lepet.

Seorang pedagang di Pasar Kliwon Kudus, Atmirah (58) mengaku, penjualan kelapa menjelang Lebaran Ketupat mengalami peningkatan. Dari biasanya sekitar 100 butir kelapa terjual setiap hari, menjadi 120-an butir yang laku dibawa pulang pembeli.

“Jelang Lebaran Ketupat alhamdulillah kelapa yang terjual meningkat,” kata Atmirah dengan wajah sumringah.

Meski permintaan cukup banyak, ia mengaku harga kelapa tidak mengalami kenaikan. Kelapa kecil masih sekitar Rp15.000 per butir, sedangkan untuk kelapa besar sekitar Rp16.000 sampai dengan Rp17.000 satunya.

“Harga sama sekali gak naik, masih sama, gak ada kenaikan harga,” ujar wanita yang sudah menjual kelapa di Pasar Kliwon sejak tahun 1987 tersebut.

Baca Juga :  PHE dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional

Walau demikian, Atmirah tetap bersyukur karena masih banyak warga Kudus yang merayakan Lebaran Ketupat dengan menghidangkan makanan-makanan dengan tambahan kelapa.

Menurutnya, pembeli yang ingin membuat lepet cenderung memilih kelapa kecil atau yang masih muda. Sementara untuk sayur, banyak yang membeli kelapa tua untuk diambil santannya.

“Biasanya selain membeli kelapa, pembeli juga langsung memarut kelapa di sini pakai mesin,” ujar Atmirah sembari menunjukkan mesin parut kelapa di kiosnya.

Untuk diketahui, Lebaran Ketupat di Kudus tahun ini jatuh pada Sabtu, 28 Maret 2026. Selain banyak yang membuat ketupat hingga lepet, sejumlah kegiatan juga akan memeriahkan lebaran.

Seperti Parade Sewu Kupat Muria di Taman Ria Colo Muria, Gebyar Festival Budaya Bulusan 2026 di Kompleks Bulusan Dukuh Sumber di Desa Hadipolo, Grbyar Kupatan dan Kirab Ketupat di Desa Kesambi, hingga Kirab Kupatan Sendang Jodo di Desa Purworejo, Kudus. (J03/A01)

Berita Terkait

BPS: Inflasi Tahunan Kudus 3,16 Persen, Sedikit di Bawah Jateng
Nilai Ekspor Kudus Capai Rp400 Miliar, Pemkab Bidik Lebih Banyak Pelaku Usaha Go Global
Kudus Mulai Bidik Pasar Dunia, Pelaku Usaha Dibekali Pengetahuan Ekspor
Tunggakan Retribusi Pasar Jadi Beban PAD Kudus, Nilainya Capai Rp 7,6 Miliar
Rayakan Hari Jadi ke-477, Pemkab Kudus Gelar Great Sale Bareng Pelaku Usaha Sepanjang September 2026
Buka Gebyar Fest 81, Bupati Kudus Dorong UMKM Tumbuh Lewat Sinergi Perbankan
Pemkab Kudus Awasi 150 Pelaku Usaha pada 2026, Fokus Tingkatkan Kepatuhan Perizinan
CFN dan Nobar Piala Dunia Hidupkan Simpang Tujuh Kudus, UMKM Raup Berkah
Berita ini 819 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:09 WIB

BPS: Inflasi Tahunan Kudus 3,16 Persen, Sedikit di Bawah Jateng

Selasa, 29 September 2026 - 15:29 WIB

Nilai Ekspor Kudus Capai Rp400 Miliar, Pemkab Bidik Lebih Banyak Pelaku Usaha Go Global

Selasa, 29 September 2026 - 15:02 WIB

Kudus Mulai Bidik Pasar Dunia, Pelaku Usaha Dibekali Pengetahuan Ekspor

Senin, 28 September 2026 - 12:51 WIB

Tunggakan Retribusi Pasar Jadi Beban PAD Kudus, Nilainya Capai Rp 7,6 Miliar

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:53 WIB

Rayakan Hari Jadi ke-477, Pemkab Kudus Gelar Great Sale Bareng Pelaku Usaha Sepanjang September 2026

Berita Terbaru