Pemkab Kudus Rancang Health Tourism, Berobat Sekaligus Wisata Kuliner dan Religi

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Koordinasi Usulan Pengembangan Health Tourism di Kabupaten Kudus, Selasa, 27/10/2026. (Foto: J05)

Rapat Koordinasi Usulan Pengembangan Health Tourism di Kabupaten Kudus, Selasa, 27/10/2026. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berupaya mengembangkan potensi wisata kesehatan atau health tourism dengan mengintegrasikan pelayanan medis dan sektor pariwisata.

Gagasan ini digodok menyusul banyaknya pasien dari luar daerah yang menjalani perawatan di rumah sakit di Kabupaten Kudus.

Nantinya, pasien maupun keluarga yang mendampingi diharapkan dapat memanfaatkan waktu kunjungan untuk mengenal destinasi wisata, mencicipi kuliner khas, hingga berwisata religi.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyampaikan gagasan tersebut dalam Rapat Koordinasi Usulan Pengembangan Health Tourism, Selasa, 27/10/2026.

Menurutnya, keberadaan rumah sakit dan tingginya kunjungan pasien dari luar daerah merupakan peluang yang dapat dikembangkan untuk memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.

Sam’ani menilai, keluarga pasien maupun pengunjung rumah sakit berpotensi menjadi bagian dari pasar wisata di Kabupaten Kudus. Karena itu, mereka diharapkan tidak hanya beraktivitas di lingkungan rumah sakit, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengunjungi berbagai destinasi yang tersedia.

“Mereka jangan dibiarkan, mereka juga diberi kesempatan untuk kulineran atau wisata di Kabupaten Kudus,” ujarnya.

Selain mendorong aktivitas wisata, pengembangan health tourism juga diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kudus. Pemkab berharap rumah sakit terus berbenah agar mampu memberikan pelayanan berkualitas dengan standar internasional.

Potensi ini dinilai semakin terbuka karena Kudus kerap menjadi tuan rumah berbagai kegiatan olahraga yang memungkinkan kedatangan atlet asing beserta keluarga mereka.

“Bagaimana kita meningkatkan pelayanan yang standarnya internasional, sehingga nanti para pengguna layanan kesehatan di Kabupaten Kudus merasa percaya dan mantap di Kudus untuk berobat,” jelas Sam’ani.

Baca Juga :  Pemkab Kudus Siapkan Alih Kelola Wisata Muria dan Taman Krida ke Pihak Swasta

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr. Abdul Hakam, menjelaskan bahwa pengembangan konsep tersebut akan dilakukan secara bertahap.

Dalam enam bulan pertama, pihaknya berencana menyiapkan fondasi pengembangan health tourism. Selanjutnya, program akan diarahkan untuk terus berkembang dalam kurun waktu maksimal tiga tahun.

Salah satu upaya yang dipertimbangkan ialah melakukan studi tiru ke Tawangmangu guna mempelajari model wisata kesehatan yang dapat dijadikan referensi.

Abdul Hakam menyebutkan, pasien dari luar daerah menjadi salah satu potensi utama dalam pengembangan program tersebut. Berdasarkan informasi yang disampaikannya, sekitar 30 hingga 40 persen pasien yang dirawat di rumah sakit di Kabupaten Kudus berasal dari luar daerah.

Potensi ini ingin dioptimalkan melalui kolaborasi dengan rumah sakit agar pasien yang telah menjalani pengobatan dapat menikmati kegiatan pendukung, seperti wisata kuliner, ziarah, serta aktivitas yang menunjang kesehatan mental.

Pengembangan health tourism tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat layanan kesehatan sekaligus memperkuat sektor pariwisata Kudus.

Pemkab juga ingin mengembangkan konsep therapy tourism yang tidak hanya memperhatikan kesehatan fisik, tetapi juga kesejahteraan mental dan batin.

“Kita punya jargon Kudus Sehat, sehat secara fisik dan juga sehat secara batin ataupun secara jiwa,” kata Abdul Hakam. (J05/A01)

Berita Terkait

Desa Kesambi Kudus Raih Peringkat Kedua Nasional dalam Penanganan Stunting 2026
Cegah Penyakit dari Kebiasaan Sederhana, Bellinda Ajak Siswa Rajin Cuci Tangan
Antrean Pasien di IGD Meningkat, DKK Kudus Prediksi Lonjakan Penyakit hingga Februari 2027
Revitalisasi Museum Kretek dan Patiayam, Kunjungan Ditutup hingga Akhir Desember 2026
Dari Empat Usulan, Pemkab Kudus Fokus Kaji Satu Lokasi Puskesmas Baru
Empat Puskesmas Baru Masuk Rencana Pemkab Kudus, Masih Tunggu Restu Pusat
Pemkab Kudus Ajukan Pendanaan Pusat untuk Pembangunan RSUD Sunan Muria
Tunggu Kepastian DBHCHT 2027, Pemkab Kudus Pertimbangkan Bangun RSUD Sunan Muria
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Desa Kesambi Kudus Raih Peringkat Kedua Nasional dalam Penanganan Stunting 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Cegah Penyakit dari Kebiasaan Sederhana, Bellinda Ajak Siswa Rajin Cuci Tangan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:57 WIB

Antrean Pasien di IGD Meningkat, DKK Kudus Prediksi Lonjakan Penyakit hingga Februari 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Pemkab Kudus Rancang Health Tourism, Berobat Sekaligus Wisata Kuliner dan Religi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Revitalisasi Museum Kretek dan Patiayam, Kunjungan Ditutup hingga Akhir Desember 2026

Berita Terbaru