Jurnalpantura.id, Kudus – Pelaksanaan Kudus Great Sale 2026 menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Program yang digelar sepanjang September tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kudus ke-477.
Usai program berakhir, Pemkab Kudus mulai melakukan evaluasi untuk mengetahui dampak yang dihasilkan.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni meminta data transaksi dari para pelaku usaha dan sektor yang terlibat dalam pelaksanaan Kudus Great Sale 2026.
Plt Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Fitrianto, mengatakan koordinasi dengan sejumlah pelaku usaha telah dilakukan. Data tersebut dibutuhkan untuk mengetahui sejauh mana program diskon dan promosi selama Great Sale mampu meningkatkan transaksi.
“Kita sudah koordinasi dengan pelaku usaha yang ikut dalam Great Sale. Kami minta data hasil akhir terkait transaksi selama pelaksanaan, tetapi sampai sekarang memang belum semuanya melaporkan kepada kami,” ujar Fitrianto, Kamis, 8/10/2026.
Menurut Fitrianto, program tersebut memberikan peluang bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai potongan harga sekaligus mendorong mereka menggunakan produk maupun jasa dari pelaku usaha lokal.
Sektor yang terlibat antara lain perdagangan, perhotelan, pusat perbelanjaan, hingga sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Dengan adanya Great Sale ini tentunya membantu masyarakat mendapatkan diskon dalam rangka Hari Jadi Kota Kudus. Ini juga menjadi salah satu cara untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia berharap momentum tersebut dapat kembali meningkatkan minat serta daya beli masyarakat. Tidak hanya toko dan pusat perbelanjaan, sektor jasa seperti perhotelan juga diharapkan memperoleh manfaat dari program promosi yang berlangsung selama September.
“Harapannya, minat dan daya beli masyarakat kembali meningkat, termasuk dalam memanfaatkan jasa perhotelan maupun sektor perdagangan dan jasa lainnya yang ikut dalam Great Sale,” jelasnya.
Meski dinilai memberikan dampak positif, Fitrianto mengakui cakupan Kudus Great Sale 2026 masih terbatas. Belum seluruh pelaku usaha di Kabupaten Kudus berpartisipasi sehingga kondisi tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam evaluasi program.
“Untuk saat ini memang belum secara total diberlakukan kepada seluruh pelaku usaha. Tetapi pelaksanaan Great Sale 2026 ini merupakan langkah awal atas petunjuk bupati untuk menjalankan program tersebut,” ungkapnya
Pemkab Kudus berencana melakukan evaluasi secara menyeluruh sebagai dasar penyempurnaan pelaksanaan Kudus Great Sale 2027. Dengan evaluasi tersebut, pemerintah berharap keterlibatan pelaku usaha semakin luas dan dampak ekonomi yang dihasilkan juga semakin besar.
“Tahun berikutnya kami akan melakukan evaluasi, sehingga untuk Great Sale 2027 kami yakin akan semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan dan melaksanakan kegiatan Great Sale,” tuturnya.
Terkait besaran target perputaran uang, Fitrianto menyebut belum ada angka khusus yang ditetapkan pada pelaksanaan perdana ini.
Menurutnya, Pemkab Kudus lebih memprioritaskan kelancaran program dan keterlibatan berbagai sektor.
Ia juga menilai pelaksanaan Great Sale cukup berhasil, terlebih tingkat hunian hotel turut terbantu oleh berbagai kegiatan yang berlangsung di Kudus, termasuk event olahraga.
“Kalau target perputaran uang memang belum ada karena ini kan awal. Yang penting berjalan lancar terlebih dahulu. Kalau dibilang sangat sukses, hotel kemarin juga penuh karena ada event sport di Kudus,” pungkasnya. (J05/A01)










