Jurnalpantura.id, Kudus – Rencana pembangunan Pasar Anyar di Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, memasuki tahap persiapan pembangunan.
Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus memastikan dokumen Detail Engineering Design (DED) untuk proyek tersebut telah selesai disusun.
Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Fitrianto, mengatakan rencana pembangunan pasar tersebut saat ini masih dalam proses pembahasan di tingkat Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Pemkab Kudus masih menunggu kepastian terkait tahapan selanjutnya sebelum pembangunan dapat direalisasikan.
Menurut Fitrianto, DED yang berisi gambar kerja, spesifikasi teknis, dan berbagai kebutuhan perencanaan konstruksi telah rampung. Namun, dokumen tersebut masih berpeluang mengalami penyesuaian berdasarkan hasil pembahasan dengan pemerintah pusat.
“Cuma keputusan akhir apakah perlu ada revisi DED atau tidak, masih menunggu dari Kementerian Perdagangan,” ujar Fitrianto saat dimintai keterangan, Kamis, 8/10/2026.
Pembangunan Pasar Anyar nantinya direncanakan menggunakan sumber pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI.
Karena masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat, nilai anggaran yang akan dialokasikan untuk pembangunan pasar tersebut belum dapat dipastikan.
“Harapan kita di 2027 sudah mulai dibangun. Pembangunan juga karena sumbernya dari APBN, kami belum bisa memastikan (besaran anggaran),” ucapnya.
Dari sisi desain, Pasar Anyar direncanakan memiliki satu lantai dengan luas lahan sekitar 20.000 meter persegi. Lokasinya berada di sebelah utara Pasar Baru.
Untuk aspek tata ruang, Pemkab Kudus telah mengantongi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), sedangkan AMDAL dan sejumlah persyaratan lainnya masih dalam proses.
Fitrianto menambahkan, pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) akan dilakukan setelah terdapat kepastian mengenai pelaksanaan pembangunan dari Kementerian PU.
“Untuk PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) menunggu setelah ada kepastian dari Kementerian PU kapan akan membangun Pasar Anyar,” tambahnya.
Jika pembangunan terealisasi, Pasar Anyar diproyeksikan mampu menampung lebih dari 1.300 pedagang. Pendataan calon pedagang masih dilakukan, termasuk mengakomodasi pedagang yang sebelumnya belum masuk dalam pendataan awal.
Prioritas utama akan diberikan kepada pedagang yang direlokasi dari Pasar Bitingan, baik pedagang komoditas basah maupun kering.
“Hasil pendataan pedagang kemarin awalnya 1.300 pedagang, memang di beberapa waktu terakhir ada usulan tambahan karena ada pedagang yang belum terakomodir, ini juga masih kita data,” jelas Fitrianto.
Sementara itu, rencana penempatan pedagang sayur malam masih dalam tahap koordinasi. Hal tersebut menyusul adanya keberatan dari sebagian pedagang yang meminta agar lokasi khusus bagi aktivitas perdagangan malam disediakan, sehingga pembahasan mengenai penataan mereka masih terus dilakukan oleh pihak terkait. (J05/A01)










