Jurnalpantura.id, Kudus – Dua bangunan los baru di Pasar Babe (Barang Bekas) Kudus hingga kini masih belum dimanfaatkan oleh para pedagang.
Kondisi tersebut terjadi karena para pedagang masih menunggu kepastian pembangunan sekat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sebagai fasilitas utama sebelum menempati lokasi tersebut.
Ketua Paguyuban Pasar Babe Kudus, Hariyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Dinas Perdagangan terkait kelanjutan fasilitas los. Dari hasil audiensi, disampaikan bahwa pembangunan sekat baru direncanakan bisa direalisasikan pada tahun 2027.
“Selama sekat belum dibangun, kami belum berani pindah. Informasinya, pembangunan sekat ditargetkan mulai 2027,” ujarnya saat ditemui, Rabu (29/4/2026).
Ia menambahkan, pada akhir tahun 2026 mendatang para pedagang dijanjikan akan memperoleh kepastian lebih lanjut terkait rencana pembangunan tersebut. Namun demikian, hingga kini sumber pendanaan masih dalam tahap pembahasan.
“Menurut informasi, untuk anggaran masih dikaji, jadi belum ada kepastian, tapi ada komitmen akan diupayakan,” jelasnya.
Diketahui, dua bangunan los Pasar Babe telah selesai dibangun secara bertahap menggunakan dana tak terduga APBD, yakni pada 2024 dan 2025. Meski struktur bangunan sudah rampung, fasilitas sekat yang dibutuhkan untuk pembagian lapak pedagang belum tersedia.
Hariyanto menyebutkan, masing-masing bangunan los nantinya akan diisi oleh sekitar 132 pedagang. Dengan demikian, total ada 264 pedagang yang akan menempati dua los tersebut setelah seluruh fasilitas pendukung terpenuhi.
Saat ini, para pedagang masih menjalankan aktivitas jual beli di lapak sementara sejak kebakaran yang melanda pasar pada Juli 2024 lalu. Mereka berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan sekat agar bisa kembali berjualan di tempat yang lebih layak.
“Sudah cukup lama kami menunggu, hampir dua tahun. Harapannya tahun 2027 nanti benar-benar mulai dibangun, sehingga kami bisa segera pindah ke los permanen,” pungkasnya. (J02/A01)










