Jurnalpantura.id, Kudus – Pasar Jekulo yang berada di Jalan Raya Kudus-Pati, Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, diusulkan mendapat perbaikan sarana berupa talang pada 2027 mendatang.
Usulan perbaikan tersebut muncul lantaran kondisi talang di Pasar Jekulo saat ini mengalami kerusakan di banyak titik. Kebocoran talang kerap membuat area dalam pasar tergenang dan becek ketika hujan turun.
Kondisi tersebut turut menyulitkan para pedagang. Mereka harus berupaya mengamankan barang dagangan agar tidak terkena air hujan yang masuk melalui bagian talang yang bocor.
Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Agus Sumarsono, mengatakan kerusakan talang di Pasar Jekulo memang sudah cukup parah dan membutuhkan penanganan.
“Untuk talangnya itu hampir semuanya bocor, talangnya sudah rusak. Makanya kalau musim hujan tetap diprotes, tapi Alhamdulillah, tahun depan ada alokasi anggaran, nanti talang yang bocor akan ditangani,” ujar Agus, Senin, 28/9/2026.
Ia menyebut anggaran yang disiapkan untuk perbaikan talang tersebut belum dapat dirinci. Namun, berdasarkan pengusulan yang dilakukan, kebutuhan anggarannya diperkirakan lebih dari Rp500 juta dan bersumber dari APBD Kabupaten Kudus 2027.
Agus mengatakan perbaikan sarana pasar perlu dilakukan secara berkala karena usia talang memiliki keterbatasan. Menurutnya, talang yang telah diperbaiki maksimal dapat bertahan sekitar tiga tahun sehingga pemeliharaan tetap diperlukan.
Selain Pasar Jekulo, Dinas Perdagangan Kudus juga mengusulkan pembangunan sekat los di Pasar Babe (Barang Bekas), Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, pada 2027. Pembuatan sekat untuk satu los diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp400 juta, termasuk biaya perencanaan.
Setiap los nantinya akan memiliki sekitar 182 unit sekat. Karena terdapat dua los, secara keseluruhan akan tersedia 364 unit sekat. Satu los telah masuk anggaran pada APBD Perubahan 2026, sedangkan satu los lainnya diusulkan melalui APBD 2027.
Agus berharap los yang telah selesai dibangun dapat segera ditempati pedagang secara bertahap. Selain itu, Pasar Wates juga masuk dalam usulan revitalisasi 2027 berupa peninggian area pasar karena kerap terdampak banjir saat hujan, meski usulan tersebut masih belum dipastikan. (J05/A01)










