Rumput Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus Rusak akibat Padat Event, Pemkab Siapkan Penyiraman hingga Penyulaman

- Jurnalis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Kudus menyiapkan perawatan berupa penyiraman, pemupukan hingga penyulaman untuk memulihkan rumput Alun-Alun Simpang Tujuh yang rusak, Rabu (7/10/2026). Foto: istimewa

Pemkab Kudus menyiapkan perawatan berupa penyiraman, pemupukan hingga penyulaman untuk memulihkan rumput Alun-Alun Simpang Tujuh yang rusak, Rabu (7/10/2026). Foto: istimewa

Jurnalpantura.id, Kudus – Kondisi rumput di kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus mengalami kerusakan setelah lokasi tersebut digunakan secara intensif untuk berbagai kegiatan dalam beberapa pekan terakhir.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kini menyiapkan sejumlah langkah perawatan, mulai dari penyiraman hingga penyulaman pada bagian yang mengalami kerusakan.

Kerusakan rumput terlihat di sejumlah titik, mulai dari kondisi yang mengering, terinjak-injak hingga perubahan pada kontur permukaan tanah.

Padatnya penggunaan alun-alun untuk kegiatan dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI hingga Hari Jadi ke-477 Kudus turut memengaruhi kondisi area tersebut.

Plt Kepala Dinas PKPLH Kudus, Didik Tri Prasetiyo, melalui Kabid PPRTH Mukhlisin mengatakan, penanganan terhadap rumput telah dilakukan setelah kegiatan selesai digelar. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah memberikan pasokan air untuk menjaga kondisi tanaman.

“Setelah kegiatan, langsung dilakukan penyiraman. Kami menggunakan tiga mobil tangki dan satu tangki Damkar Satpol PP,” ujar Mukhlisin.

Menurutnya, perawatan selanjutnya akan dilakukan dengan memberikan pupuk untuk membantu memulihkan kondisi rumput. Pupuk yang digunakan berupa campuran kompos dan pupuk kimia sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain pemupukan, petugas juga akan melakukan penyulaman pada bagian rumput yang mengalami kerusakan cukup parah. Area yang sudah tidak tertutup rumput akan ditanami kembali agar permukaan alun-alun dapat kembali menghijau.

Baca Juga :  Mini Survey Aspirasi Masyarakat Dilakukan PD Muhammadiyah Jelang Pilkada

Mukhlisin menyebut terdapat pula sejumlah bagian yang mengalami penurunan permukaan tanah. Kondisi tersebut akan lebih dulu diperbaiki dengan menambahkan tanah sebelum proses perawatan rumput dilanjutkan.

“Kalau ada titik yang turun, nanti kami tambah tanah terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan perawatan berikutnya,” jelasnya.

Meski mengalami kerusakan di beberapa lokasi, Pemkab Kudus tidak berencana mengganti seluruh jenis rumput yang ada di Alun-Alun Simpang Tujuh. Perawatan tetap diarahkan untuk mempertahankan tanaman yang masih memiliki akar dan tunas sehingga dapat tumbuh kembali.

Kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering juga menjadi salah satu faktor yang membuat rumput lebih mudah mengalami penurunan kualitas. Terlebih, pemanfaatan alun-alun untuk berbagai kegiatan berlangsung dalam waktu yang cukup berdekatan.

Karena itu, Dinas PKPLH Kudus akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi rumput setelah proses pemulihan dilakukan. Penanganan di lapangan nantinya akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang ditemukan pada masing-masing titik.

Pemkab berharap langkah penyiraman, pemupukan, perbaikan kontur tanah, hingga penyulaman tersebut dapat mempercepat pemulihan kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh.

Dengan demikian, ruang terbuka publik tersebut kembali nyaman digunakan masyarakat tanpa mengabaikan aspek pemeliharaan lingkungan. (J02/A01)

Berita Terkait

Hari Jadi ke-477 Kudus, Bupati Sam’ani Tekankan Kolaborasi dan Semangat Urup Nguripi
Pemkab dan YM3SK Satukan Langkah, Hari Jadi Kudus Bakal Bergeser ke 23 Agustus
Wabup Bellinda Usulkan Stand Up Comedy di Hari Jadi Kudus: Bupati dan Saya Siap Di-Roasting
Tanggal Hari Jadi Bergeser Jadi 23 Agustus, Pemkab Kudus Siapkan Perda Baru
Kenduren Hari Jadi Kudus Maju ke Agustus, Jadi Awal Rangkaian Perayaan ke-477
Usai Dilantik, Bellinda Birton Langsung Pasang Target Transparansi di Kwarcab Kudus
Klasik Tetap Eksis, Madu Mongso Khas Lebaran Diserbu Pesanan Jelang Lebaran
Dibuka Bupati Sam’ani, LKBB Muria Competition 2025 Jadi Ajang Pembentukan Karakter Pelajar
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Rumput Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus Rusak akibat Padat Event, Pemkab Siapkan Penyiraman hingga Penyulaman

Rabu, 23 September 2026 - 14:32 WIB

Hari Jadi ke-477 Kudus, Bupati Sam’ani Tekankan Kolaborasi dan Semangat Urup Nguripi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:55 WIB

Pemkab dan YM3SK Satukan Langkah, Hari Jadi Kudus Bakal Bergeser ke 23 Agustus

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Wabup Bellinda Usulkan Stand Up Comedy di Hari Jadi Kudus: Bupati dan Saya Siap Di-Roasting

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Tanggal Hari Jadi Bergeser Jadi 23 Agustus, Pemkab Kudus Siapkan Perda Baru

Berita Terbaru

Petugas kepolisian menggandeng terduga para pelaku kasus bentrokan antara kelompok penagih utang dan warga di Desa Jepang, Kudus. Polisi masih mendalami peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut. Foto: JP

Kriminalitas

Utang Rp 52 Juta Berujung Bentrokan, 24 Orang Diamankan di Kudus

Rabu, 14 Okt 2026 - 17:05 WIB