Jurnalpantura.id, Kudus – Kondisi rumput di kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus mengalami kerusakan setelah lokasi tersebut digunakan secara intensif untuk berbagai kegiatan dalam beberapa pekan terakhir.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kini menyiapkan sejumlah langkah perawatan, mulai dari penyiraman hingga penyulaman pada bagian yang mengalami kerusakan.
Kerusakan rumput terlihat di sejumlah titik, mulai dari kondisi yang mengering, terinjak-injak hingga perubahan pada kontur permukaan tanah.
Padatnya penggunaan alun-alun untuk kegiatan dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI hingga Hari Jadi ke-477 Kudus turut memengaruhi kondisi area tersebut.
Plt Kepala Dinas PKPLH Kudus, Didik Tri Prasetiyo, melalui Kabid PPRTH Mukhlisin mengatakan, penanganan terhadap rumput telah dilakukan setelah kegiatan selesai digelar. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah memberikan pasokan air untuk menjaga kondisi tanaman.
“Setelah kegiatan, langsung dilakukan penyiraman. Kami menggunakan tiga mobil tangki dan satu tangki Damkar Satpol PP,” ujar Mukhlisin.
Menurutnya, perawatan selanjutnya akan dilakukan dengan memberikan pupuk untuk membantu memulihkan kondisi rumput. Pupuk yang digunakan berupa campuran kompos dan pupuk kimia sesuai kebutuhan di lapangan.
Selain pemupukan, petugas juga akan melakukan penyulaman pada bagian rumput yang mengalami kerusakan cukup parah. Area yang sudah tidak tertutup rumput akan ditanami kembali agar permukaan alun-alun dapat kembali menghijau.
Mukhlisin menyebut terdapat pula sejumlah bagian yang mengalami penurunan permukaan tanah. Kondisi tersebut akan lebih dulu diperbaiki dengan menambahkan tanah sebelum proses perawatan rumput dilanjutkan.
“Kalau ada titik yang turun, nanti kami tambah tanah terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan perawatan berikutnya,” jelasnya.
Meski mengalami kerusakan di beberapa lokasi, Pemkab Kudus tidak berencana mengganti seluruh jenis rumput yang ada di Alun-Alun Simpang Tujuh. Perawatan tetap diarahkan untuk mempertahankan tanaman yang masih memiliki akar dan tunas sehingga dapat tumbuh kembali.
Kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering juga menjadi salah satu faktor yang membuat rumput lebih mudah mengalami penurunan kualitas. Terlebih, pemanfaatan alun-alun untuk berbagai kegiatan berlangsung dalam waktu yang cukup berdekatan.
Karena itu, Dinas PKPLH Kudus akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi rumput setelah proses pemulihan dilakukan. Penanganan di lapangan nantinya akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang ditemukan pada masing-masing titik.
Pemkab berharap langkah penyiraman, pemupukan, perbaikan kontur tanah, hingga penyulaman tersebut dapat mempercepat pemulihan kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh.
Dengan demikian, ruang terbuka publik tersebut kembali nyaman digunakan masyarakat tanpa mengabaikan aspek pemeliharaan lingkungan. (J02/A01)










