Tim PKM-K UMK Ciptakan Peci Kulit Jagug Berteknologi AR dan Rakaat Tracker

- Jurnalis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Muria Kudus (UMK) berinovasi menciptakan produk fashion ramah lingkungan berupa peci berbahan limbah kulit jagung yang dilengkapi teknologi Augmented Reality (AR) dan Rakaat Tracker.  (Foto: Istimewa)

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Muria Kudus (UMK) berinovasi menciptakan produk fashion ramah lingkungan berupa peci berbahan limbah kulit jagung yang dilengkapi teknologi Augmented Reality (AR) dan Rakaat Tracker. (Foto: Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Muria Kudus (UMK) berinovasi menciptakan produk fashion ramah lingkungan berupa peci berbahan limbah kulit jagung yang dilengkapi teknologi Augmented Reality (AR) dan Rakaat Tracker.

Inovasi ini tidak hanya mengusung nilai ekonomi dan estetika, tetapi juga memadukan unsur keberlanjutan dengan teknologi digital untuk mendukung gaya hidup islami modern.

Ketua Tim PKM-K UMK, Adilah Azzahroh menjelaskan, peci hasil karya Tim PKM-K UMK ini memanfaatkan limbah kulit jagung yang diolah menjadi bahan kain alami dengan tekstur lembut, kuat, dan nyaman digunakan.

Melalui teknologi Augmented Reality, pengguna dapat memindai motif kebudayaan pada peci untuk mengakses informasi interaktif seputar kebudayaan dan edukasi ibadah.

Selain itu, fitur Rakaat Tracker berfungsi membantu pengguna dalam menghitung jumlah rakaat saat shalat, sehingga peci ini bukan sekadar aksesori, melainkan juga sarana ibadah yang inovatif.

Ia mengaku, ide ini lahir dari kepedulian terhadap limbah pertanian yang melimpah di daerah Kudus.

Produk ini telah diperkenalkan secara resmi di lingkungan kampus Universitas Muria Kudus, dengan target utama mahasiswa dan dosen laki-laki sebagai pengguna awal.

Melalui kegiatan sosialisasi dan uji coba, tim berharap peci ini dapat diterima luas dan menjadi contoh nyata inovasi religius berbasis teknologi di kalangan civitas akademika UMK.

Baca Juga :  KKN IKMB 014 Gelar Penyuluhan Narkoba bersama Pihak Sat Resnarkoba Polres dan Polsek Banjarejo

“Kami melihat limbah kulit jagung sering terbuang begitu saja, padahal memiliki potensi besar jika diolah dengan tepat. Dari situ kami berpikir untuk menggabungkannya dengan teknologi agar tercipta produk yang bermanfaat, bernilai jual, dan berwawasan lingkungan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, melalui program PKM-K ini, timnya tidak hanya berfokus pada pengolahan bahan dan desain produk, tetapi juga pada aspek digitalisasi pemasaran melalui platform berbasis Augmented Reality.

Sementara itu, dosen pembimbing, Savitri Wanabuliandari, mengapresiasi semangat inovatif mahasiswanya dalam menciptakan produk yang menggabungkan kearifan lokal, teknologi, dan nilai religius.

“Karya ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya kreatif, tetapi juga peka terhadap isu lingkungan dan kebutuhan masyarakat modern. Harapannya, produk ini bisa menjadi inspirasi bagi inovasi hijau dan religius di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Melalui inovasi ini, Tim PKM-K UMK berharap dapat membuka peluang kewirausahaan baru bagi mahasiswa dan masyarakat, sekaligus mendorong pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk eco-friendly berbasis teknologi.

Peci pintar ini diharapkan menjadi simbol kolaborasi antara tradisi, inovasi, dan keberlanjutan lingkungan yang dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional. (J05/A01)

Berita Terkait

Bukan Kaleng-Kaleng, Mahasiswi Bisnis Digital UMKU Borong 3 Prestasi Nasional
Refleksi September Hitam, DEMA Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus Kritik Jejak Rezim Militer
BLDF Gandeng UMK Dorong Mahasiswa Ubah Kepedulian Lingkungan Jadi Aksi Nyata
Masta-PMB UMKU 2026/2027 Dimulai, Mahasiswa Baru Siap Bergerak dan Berkarya
Wabup Kaimana Hadiri Wisuda UIN Sunan Kudus, Apresiasi Beasiswa Penuh bagi Mahasiswa Papua Barat
Kuliah Sambil Jadi Atlet, Evyta Novellia Persembahkan Prestasi di Taekwondo
Mahasiswa UIN Sunan Kudus Kembangkan PASPLDV dan MAPETA untuk Pembelajaran Matematika yang Lebih Interaktif
Mahasiswa UMK Angkat Batik Pesisir Muria Lewat Produk Fashion Ramah Lingkungan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Bukan Kaleng-Kaleng, Mahasiswi Bisnis Digital UMKU Borong 3 Prestasi Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Refleksi September Hitam, DEMA Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus Kritik Jejak Rezim Militer

Sabtu, 12 September 2026 - 19:40 WIB

BLDF Gandeng UMK Dorong Mahasiswa Ubah Kepedulian Lingkungan Jadi Aksi Nyata

Senin, 7 September 2026 - 21:51 WIB

Masta-PMB UMKU 2026/2027 Dimulai, Mahasiswa Baru Siap Bergerak dan Berkarya

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:26 WIB

Wabup Kaimana Hadiri Wisuda UIN Sunan Kudus, Apresiasi Beasiswa Penuh bagi Mahasiswa Papua Barat

Berita Terbaru