Jurnalpantura.id, Kudus – Inspektorat Kabupaten Kudus bergerak cepat menindaklanjuti dugaan keterlibatan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam insiden keributan yang terjadi di sebuah tempat karaoke di wilayah Kabupaten Pati.
Sejumlah pihak telah dipanggil untuk dimintai keterangan guna mengungkap fakta di balik peristiwa yang ramai diperbincangkan publik.
Inspektur Inspektorat Kudus, Eko Djumartono, mengungkapkan bahwa proses klarifikasi dan pemeriksaan mulai dilakukan.
Sejumlah orang yang diduga terlibat maupun mengetahui kejadian tersebut diundang ke kantor Inspektorat untuk memberikan kesaksian.
“Masih proses, hari ini ada beberapa yang kami undang,” ujar Eko Djumartono kepada media, Jum’at 11/07/2025.
Hingga siang hari ini, sambung Eko, pihaknya masih melakukan pemeriksaan.
Eko menegaskan pihaknya belum dapat menarik kesimpulan akhir. Pemeriksaan masih akan berlanjut, terutama jika informasi yang terkumpul dirasa belum mencukupi.
“Kami belum bisa menyimpulkan, masih kami klarifikasi. Kalau kami masih ragu, kami akan mencari informasi lagi supaya bisa menyimpulkan dengan objektif,” imbuhnya.
Menurut Eko, pihak yang diperiksa terdiri atas individu yang diduga terlibat langsung maupun saksi yang mengetahui kronologi kejadian secara utuh. Ia juga menambahkan, fokus pemeriksaan belum bisa dipublikasikan karena masih dalam tahap pengumpulan data.
Sebelumnya, publik dihebohkan dengan kabar dugaan perkelahian yang melibatkan ASN Kudus di sebuah tempat karaoke di Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, pada Selasa, 10 Juli 2025. Kabar tersebut menyebar luas di media sosial dan menuai sorotan masyarakat.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa Pemkab Kudus akan mengambil langkah tegas jika terbukti ada pelanggaran yang dilakukan oleh ASN.
“Pemkab tidak akan tinggal diam. Jika terbukti, tentu akan ada sanksi sesuai aturan,” ujar Sam’ani sebelumnya. (J02/A01)










