Pedagang Sayur Malam Pasar Bitingan Kudus Batal ke Pasar Babe

Ekonomi, Pasar173 Dilihat

Jurnalpantura.id, Kudus – Pedagang sayur malam hari di Pasar Tradisional Bitingan, Kabupaten Kudus yang semula direncanakan akan direlokasi ke Pasar Burung atau Pasar Babe (barang bekas), tidak jadi pindah.

Hal ini diputuskan setelah dilakukan rapat koordinasi oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus dengan para perwakilan pedagang sayur malam, juru parkir, dan seluruh elemen yang terlibat di dalam Pasar Tradisional Bitingan.

Dalam rapat koordinasi tersebut juga dihadirkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus Catur Sulistyanto, Kepala Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP) Kudus Kholid Seif, Kabag Ops Polres Kudus Kompol Catur Kusuma Adhi, dan Pasiter Kodim Kudus Subkhi.

Plt Kepala Disdag Kudus, Djatmiko Muhardi menyampaikan, terkait rencana relokasi telah disepakati bahwa para pedagang sayur malam tidak jadi ke Pasar Babe dalam waktu dekat. Para pedagang sepakat untuk pindah semua ke dalam Pasar Tradisional Bitingan dan tidak ada lagi yang berdagang di luar pasar.

“Jadi, nanti tidak ada yang berjualan lagi di trotoar maupun di jalan. Semua masuk je dalam pasar. Yang kita kedepankan disini adalah ketenteraman, ketertiban dan penataan ini untuk kepentingan semua,” ujarnya, Rabu (8/2/2023).

Penataan Pasar Bitingan yang nantinya akan difungsikan bagi para pedagang sayur malam yang akan pindah akan dilakukan selambat-lambat dalam kurun waktu tujuh hari. Penataan sendiri akan dimulai dilakukan hari ini.

“Semua pedagang sayur harus masuk, nanti kita tata space, yang kita punya kita maksimalkan untuk semuanya,” tandasnya.

Saat ini, pihaknya mencatat ada sekitar 119 pedagang sayur malam yang berjualan di area luar Pasar Bitingan Kudus. Setelah diskusi ini selesai, perwakilan pedagang sayur nantinya akan mensosialisasikan kepada pedagang lainnya terkait kesepakatan untuk pindah berjualan ke dalam pasar.

Lebih lanjut, Djatmiko juga menyampaikan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan kantong parkir untuk mengantisipasi terjadinya kesemrawutan wilayah tersebut. Antara lain, di Terminal Getas, Jalan dr Loekmono Hadi sisi timur, Jalan Ramelan sisi timur dan Jalan Wachid Hasyim sisi barat.

“Kawasan eks Matahari harus steril,” ucapnya. (J05/A01)

Komentar