oleh

Stok Bawang Putih Di Kudus Melimpah

Jurnalpantura.id, Kudus – Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sudiharti melalui Kabid Promosi dan Perlindungan Konsumen, Imam Prayetno memastikan stok bawang putih di Kota Kretek aman dan melimpah.

“Minggu kemarin barangnya ada, tetapi stoknya memang tidak banyak. Minggu ini, stok bawang putih di Kudus sudah kembali melimpah,” terangnya saat ditemui di kantornya, Jum’at 14/02/2020.

Melimpahnya kembali, stok bawang putih di Kudus. Terjadi usai adanya kiriman 24 ton bawang putih dari Jakarta dan Surabaya pada Ahad 09/02/2020 kemarin.

Kendati stok telah melimpah. Namun harga bawang putih di Kabupaten Kudus belum mengalami penurunan yang signifikan. Dari hasil survei harga Bahan Pokok yang dihimpun oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus.

Harga bawang putih ditingkat pengecer di sejumlah pasar tradisional masih berkisar Rp. 50 ribu perkilonya. Sedangkan harga bawang putih ditingkat grosir masih berkisar Rp. 41 ribu perkilonya.

“Biarpun harganya mahal. Selagi stoknya masih mencukupi, itu masih dikatakan aman,” tandasnya.

Dia mengungkapkan kenaikan harga bawang putih jenis kating jelang imlek merupakan hal yang biasa. Tak hanya pada saat imlek, hal senada juga kerap terjadi jelang perayaan hari besar lainnya.

“Nanti juga akan turun dan stabil dengan sendirinya (harga bawang putih). Ya mungkin sebulanan lagi,” prediksinya.

Dalam kesempatan tersebut, Imam membeberkan jika melimpahnya stok bawang putih di pasaran saat ini. Tidak diimbangi dengan meningkatnya daya beli pedagang terhadap komoditas tersebut.

“Kemarin saya ke Pasar Bitingan, di sana penjual bawang (ditingkat grosir) sepi pembeli. Biasanya sehari bisa 10 ton. Kemarin hanya sekitar 3 kwintal saja,” kata dia.

Menurutnya, daya beli masyarakat terhadap bawang putih justru meningkat pada pekan lalu. Saat stok bawang putih dikabarkan menipis dan harganya mencapai puncak tertinggi. Yakni Rp. 55 ribu perkilo ditingkat pengecer.

“Kalau harganya tinggi dan stoknya sedikit. Konsumen mau tidak mau pasti membeli barang tersebut,” katanya.

Berbeda dengan kondisi yang terjadi saat ini. Dimana saat stok barang kembali melimpah, pedagang takut membeli dalam jumlah yang besar. Karena mereka khawatir jika nantinya harga barang tiba tiba turun secara signifikan. Sementara stok mereka (dengan harga lama) masih. (J12/A01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

News Feed