Sendratari Ngintun Sega Kepel Guncang Panggung Pentas Duta Seni di Anjungan Jawa Tengah TMII

- Jurnalis

Senin, 5 Mei 2025 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sendratari Ngintun Sega Kepel sukses memukau pengunjung di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. (Foto: Istimewa)

Sendratari Ngintun Sega Kepel sukses memukau pengunjung di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. (Foto: Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Sendratari Ngintun Sega Kepel sukses memukau pengunjung di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu, 4/5/2025 siang.

Penampilan 40an seniman dari Sanggar Seni Ciptoning Asri yang memadukan seni, drama, dan tari, (sendratari) membuat ratusan masyarakat yang hadir tercengang dengan penampilan ekspresif yang diiringi dengan gamelan.

Sebelum sendratari Ngintun Sega Kepel berlangsung, Tari Batik Janggalan dan Tari Kretek jadi tarian pembuka dalam acara Pentas Duta Seni Kabupaten Kudus.

Pagelaran sendratari ni dihadiri langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani intakoris beserta istri, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton, jajaran Forkopimda hingga para kepala OPD di Kabupaten Kudus.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi gelaran pentas duta seni Kabupaten Kudus yang digelar di Anjungan Jawa Tengah, TMII.

Baca Juga :  Pameran Seni Rupa Meriahkan Festival Pager Mangkok 2024 di Kudus

Menurut Bupati, sendratari Ngintun Sega Kepel ini memiliki makna dan pesan moral yang mendalam.

“Ngintun Sega Kepel bermakna tentang ketahanan pangan, kedua sedekah sosial, ketiga penyebaran agama Islam,” katanya saat sesi wawancara seusai acara.

Pihaknya juga menyebutkan pesan-pesan yang tersemat dalam setiap gerakan sendratari yang ditampilkan dalam Ngintun Sega Kepel yang merupakan cikal bakal sebuah tradisi yang ada di Desa Loram.

“Tadi ada (gerakan) bibit-bibit ditanam sambil berdoa, nanti ketika panen berbagi. Ini jadi ciri khas masyarakat, juga terkait dengan ketahanan pangan,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, semoga masyarakat semakin mencintai kesenian dan melestarikan kearifan likal yang ada di Kabupaten Kudus. (J05/A01)

Berita Terkait

“Dagdigdug”: Kritik Tajam Teater Satoesh UIN Kudus atas Hilangnya Kejujuran di Tengah Kepalsuan Zaman
Bukti Simbol Toleransi, Barongsai dan Tari Kretek Tampil Bersama Dalam Pembukaan TMMD
Pentas Monolog dan Bedah Buku “Jabrik”, Tandai Kebangkitan Gandrung Sastra
UMKM Unik CFD Kudus Curi Perhatian Bupati, Manfaatkan Kayu Jati Jadi Hiasan Bernilai
Atraksi Budaya dan Seni Khas Kudus Sambut Para Pengunjung di Anjungan Jawa Tengah TMII
Komunitas Sastra Gelar Workshop ALAMIPUISI
Ketoprak hingga Pengajian Warnai Syukuran Anggota DPRD Kudus Muhammad Nawawi
Pameran Seni Rupa Meriahkan Festival Pager Mangkok 2024 di Kudus
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Oktober 2025 - 06:10 WIB

“Dagdigdug”: Kritik Tajam Teater Satoesh UIN Kudus atas Hilangnya Kejujuran di Tengah Kepalsuan Zaman

Rabu, 23 Juli 2025 - 18:38 WIB

Bukti Simbol Toleransi, Barongsai dan Tari Kretek Tampil Bersama Dalam Pembukaan TMMD

Minggu, 15 Juni 2025 - 21:44 WIB

Pentas Monolog dan Bedah Buku “Jabrik”, Tandai Kebangkitan Gandrung Sastra

Sabtu, 24 Mei 2025 - 15:27 WIB

UMKM Unik CFD Kudus Curi Perhatian Bupati, Manfaatkan Kayu Jati Jadi Hiasan Bernilai

Senin, 5 Mei 2025 - 12:50 WIB

Atraksi Budaya dan Seni Khas Kudus Sambut Para Pengunjung di Anjungan Jawa Tengah TMII

Berita Terbaru