Sektor Perdagangan dan Industri Pengolahan Dominasi Penyaluran Kredit di Jateng

- Jurnalis

Rabu, 5 Februari 2025 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala OJK Jawa Tengah Sumarjono. (Foto: istimewa)

Kepala OJK Jawa Tengah Sumarjono. (Foto: istimewa)

Jurnalpantura.id, Jateng – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah melaporkan bahwa kinerja industri jasa keuangan di wilayah tersebut berada dalam kondisi stabil pada akhir November 2024.

Likuiditas yang memadai dan tingkat risiko yang terjaga menjadi faktor pendukung utama bagi keberlanjutan pertumbuhan sektor ini.

Kepala OJK Jawa Tengah, Sumarjono, mengungkapkan bahwa penyaluran kredit perbankan di Jateng menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, dengan total penyaluran kredit mencapai Rp426,35 triliun atau tumbuh 5,11 persen (yoy). Penyaluran kredit ini mencakup berbagai sektor, dengan sektor perdagangan besar dan eceran serta industri pengolahan mendominasi kontribusinya.

“Hingga 30 November 2024, kredit atau pembiayaan yang disalurkan oleh Bank Umum di Jateng tercatat tumbuh sebesar 5,53 persen (yoy) menjadi Rp388,01 triliun,” ujar Sumarjono dalam keterangan resminya. Selain itu, sektor Pembiayaan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) juga mengalami pertumbuhan 1,07 persen (yoy), mencapai Rp38,34 triliun.

Pertumbuhan kredit ini didominasi oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran yang mencapai 29,93 persen, diikuti oleh sektor Industri Pengolahan yang menyumbang 15,74 persen dari total penyaluran pembiayaan. Sektor lainnya, seperti konsumtif (10,88 persen), pertanian, perburuan, dan kehutanan (6,62 persen), serta jasa (5,37 persen), juga turut berkontribusi meski dengan porsi yang lebih kecil.

Baca Juga :  Literasi Keuangan Pelajar Dideklarasikan, Musthofa Apresiasi Langkah Pemkab Kudus

Sumarjono menambahkan bahwa dukungan perbankan terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah juga menunjukkan angka yang menggembirakan, dengan pertumbuhan 2,82 persen. “Total nominal penyaluran kredit untuk UMKM mencapai Rp208,76 triliun, yang mencakup hampir 50 persen dari total penyaluran kredit perbankan,” jelasnya.

Di sisi lain, kualitas kredit di wilayah Jawa Tengah tetap terjaga dengan rasio Non Performing Loan (NPL) gross untuk Bank Umum tercatat sebesar 4,61 persen, sementara rasio NPL gross untuk BPR dan BPRS berada di angka 16,03 persen. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada pertumbuhan kredit yang signifikan, sektor perbankan Jateng mampu menjaga kualitas pembiayaannya.

Sektor pembiayaan di Jawa Tengah juga menunjukkan angka yang positif, dengan piutang pembiayaan tercatat tumbuh 3,07 persen (yoy) menjadi Rp33,59 triliun hingga Oktober 2024. Pembiayaan multi guna menjadi sektor dominan dalam penyaluran, dengan porsi pembiayaan konvensional sebesar 59,03 persen dan pembiayaan syariah sebesar 67,36 persen.

OJK menilai kondisi perbankan Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, berada dalam posisi yang kuat dan tangguh untuk menghadapi berbagai tantangan perekonomian. Dukungan likuiditas yang memadai, tingkat permodalan yang kokoh, dan penerapan manajemen risiko yang baik semakin memperkuat ketahanan sektor ini dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang. (J06/A01)

Berita Terkait

BPS: Inflasi Tahunan Kudus 3,16 Persen, Sedikit di Bawah Jateng
Nilai Ekspor Kudus Capai Rp400 Miliar, Pemkab Bidik Lebih Banyak Pelaku Usaha Go Global
Kudus Mulai Bidik Pasar Dunia, Pelaku Usaha Dibekali Pengetahuan Ekspor
Tunggakan Retribusi Pasar Jadi Beban PAD Kudus, Nilainya Capai Rp 7,6 Miliar
Rayakan Hari Jadi ke-477, Pemkab Kudus Gelar Great Sale Bareng Pelaku Usaha Sepanjang September 2026
Buka Gebyar Fest 81, Bupati Kudus Dorong UMKM Tumbuh Lewat Sinergi Perbankan
Pemkab Kudus Awasi 150 Pelaku Usaha pada 2026, Fokus Tingkatkan Kepatuhan Perizinan
CFN dan Nobar Piala Dunia Hidupkan Simpang Tujuh Kudus, UMKM Raup Berkah
Berita ini 63 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:09 WIB

BPS: Inflasi Tahunan Kudus 3,16 Persen, Sedikit di Bawah Jateng

Selasa, 29 September 2026 - 15:29 WIB

Nilai Ekspor Kudus Capai Rp400 Miliar, Pemkab Bidik Lebih Banyak Pelaku Usaha Go Global

Selasa, 29 September 2026 - 15:02 WIB

Kudus Mulai Bidik Pasar Dunia, Pelaku Usaha Dibekali Pengetahuan Ekspor

Senin, 28 September 2026 - 12:51 WIB

Tunggakan Retribusi Pasar Jadi Beban PAD Kudus, Nilainya Capai Rp 7,6 Miliar

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:53 WIB

Rayakan Hari Jadi ke-477, Pemkab Kudus Gelar Great Sale Bareng Pelaku Usaha Sepanjang September 2026

Berita Terbaru