Jurnalpantura.id, Kudus – Proyek pembangunan gedung operasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Kudus menunjukkan progres yang menggembirakan.
Dari total 12 gedung yang saat ini sudah berdiri, sebagian besar di antaranya telah memasuki tahap akhir pengerjaan dan siap untuk segera dirampungkan.
Dandim 0722/Kudus, Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie mengungkapkan, dari 12 gedung KDKMP yang hampir selesai tersebut, sebanyak 10 gedung ditargetkan rampung 100 persen dan siap diserahkan kepada masyarakat pada akhir Januari 2026.
Penyerahan ini menjadi tahap awal pemanfaatan gedung koperasi di tingkat desa.
“Targetnya ada 10 gedung KDKMP yang akan dirampungkan 100 persen di akhir Januari 2026. Setelah itu akan kita serahkan kepada masyarakat untuk dimanfaatkan,” ujar Letkol Arh Yuusufa, Selasa, 20/1/2026.
Sebanyak 12 gedung KDKMP yang hampir rampung tersebar di sejumlah wilayah. Di antaranya Desa Puyoh, Samirejo, Gondosari, dan Besito di Kecamatan Dawe. Desa Getaspejaten, Pasuruan Lor, dan Loram Wetan di Kecamatan Jati.
Desa Megawon, Ngembalrejo, serta Gulang di Kecamatan Mejobo; Desa Kutuk di Kecamatan Undaan dan Desa Papringan di Kecamatan Kaliwungu.
Dandim menambahkan, secara keseluruhan Kabupaten Kudus direncanakan akan memiliki 78 titik gedung operasional KDKMP.
Saat ini pembangunan masih terus berjalan, dengan prioritas penyelesaian 10 titik pertama sebagai tahap awal realisasi program strategis nasional tersebut.
Setelah rampung, gedung KDKMP akan digunakan sebagai pusat operasional koperasi desa. Pembangunan dilakukan dengan pengawasan ketat untuk memastikan kualitas bangunan, mengingat program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Kami harapkan desa juga aware dan serius untuk menjalankan unit usaha, agar program nasional ini berjalan maksimal dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Getaspejaten, Kusnadi, menyebut pembangunan gedung KDKMP di desanya telah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan selesai pada 31 Januari 2026.
Gedung tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk berbagai layanan, seperti gerai sembako, klinik, apotek, dan gudang, dengan harapan koperasi desa merah putih dapat berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi warga. (J05/A01)










