oleh

Pemkab Kudus Bakal Bangun Tiga Gedung Produksi Rokok Baru di KIHT

Jurnalpantura.id, Kudus – Pemkab Kudus melalui Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkop UKM) Kudus bakal membangun tiga gedung produksi rokok baru, di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) yang beralamat di Jalan Lingkar Timur Kudus turut Desa Megawon, Kecamatan Jati Kudus.

Anggaran pembangunan tiga gedung produksi rokok itu sebesar Rp 4,2 miliar, yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2022.

Nantinya, tiga gudang produksi itu akan dinamai gedung L, gedung M dan gedung N.

Adapun dasar pembangunan gudang produksi tersebut, adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 215 Tahun 2021. Dimana tahun ini Pemkab Kudus mendapat kucuran DBHCHT sebesar Rp 177 miliar.

Dari total anggaran itu, untuk bidang penegakan hukum 10 persen, bidang kesehatan 40 persen, dan bidang kesejahteraan masyarakat 50 persen.

Sedang pembangunan gedung produksi rokok itu, masuk dalam bidang kesejahteraan masyarakat yang dialokasikan sebesar 50 persen dari total kucuran DBHCHT tahun ini.

Hal itu sesuai PMK 215/2021 dimana aturannya diperbolehkan untuk pembangunan infrastruktur, dengan syarat harus ada interkonekting dengan industri rokok atau hasil tembakau.

Kepala Disnakerperinkop UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, KIHT Kudus saat ini sudah memiliki 11 gudang produksi rokok. Namun belum bisa menampung semua perusahaan rokok golongan kecil yang ada di sekitar Kabuapten Kudus.

“Saat sekarang masih ada 18 pengusaha rokok kecil yang mengantre menyewa gudang produksi rokok di KIHT,” kata Rini.

Bupati Kudus didampingi Kepala Disnakerperinkop UKM Kudus, Kepala Dinsos di KIHT (Foto:J02)

Pembangunan tiga gedung produksi rokok itu, sambung Rini, akan dilaksanakan mulai 7 Oktober 2022 mendatang.

Saat ini, program tersebut sudah memasuki tahap pembukaan dokumen penawaran di LPSE Kudus. Sedang nilai pagu paket, untuk gedung L sebesar Rp 1,16 miliar, gedung M sebesar Rp 1,39 miliar dan gedung N sebesar Rp 1,85 miliar.

Disinggung waktu pengerjaan, Rini mengakui sempat molor karena ada kebijakan dari pemerintah pusat soal kenaikan harga BBM yang berdampak pada inflasi. Kendati, dia memastikan pembangunan tiga gudang produksi baru di KIHT itu bisa tuntas sesuai jadwal.

“Kami optimisi bisa rampung sampai akhir tahun anggaran,” tandasnya.

Sambungnya, selain menambah tiga gedung produksi, di KIHT juga akan ditambah fasilitas mesin produksi atau pelinting rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM). Mesin seris MK8 itu memiliki kapasitas produksi 1.500 batang per menit.

“Anggaran pengadaan mesin pelinting rokok SKM ini sebesar Rp 2,9 miliar dari DBHCHT Tahun Anggaran 2022,” imbuhnya.

Ditanya teknis pemanfaatan mesin baru, Rini mengaku belum bisa menjelaskan secara detail. Mengingat harus melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak terkait, jika mesin SKM itu sudah sampai di Kudus. Perlu juga dirembuk soal sistem operasional, nilai sewa hingga tim operatornya.

“Sedangkan pelaksanaannya, rencana akan kami mulai tahun depan,” pungkasnya. (J02/A01)

Komentar