Kudus Pukau Pakudjembara dengan Pertunjukan Rananggana Perti Bumi Muria

- Jurnalis

Senin, 29 Juli 2024 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seni pertunjukkan Rananggana Perti Muria di event bersama Pakudjembara. (Foto:Istimewa)

Seni pertunjukkan Rananggana Perti Muria di event bersama Pakudjembara. (Foto:Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Kabupaten Kudus tampil memukau di even bersama Pakudjembara (Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Blora) yang digelar di Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Sabtu – Minggu 26-27/07/2024.

Kudus dalam kesempatan ini yang diwakili oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus bersama tim Dewan Kesenian Kudus (DKK) menampilkan seni pertunjukkan kolaborasi dari sejumlah sanggar.

Kepala Disbudpar Kudus Mutrikah mengatakan, dalam even bersama Pakudjembara ini, Kudus mengangkat seni pertunjukkan Rananggana Perti Bumi Muria, yg berharap jadi daya tarik wisata sehingga menjadi menjadi magnet masyarakat berkunjung di Kabupaten Kudus.

Di dalam seni pertunjukkan yang ditampilkan menunjukkan semangat kebersamaan dari para seniman di Kota Kretek. Sekaligus menjadi ajang promosi potensi seni, budaya dan pariwisata di Lereng Muria.

“Melalui seni pertunjukkan kolaborasi ini, diharapkan bisa memupuk rasa kepedulian karena ada pesan moral dan sosial di dalamnya, sekaligus menjadi ajang promosi seni budaya dan pariwisata di Kabupaten Kudus, sehingga akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Masih Tak Kunjung Dilantik, Perades Terpilih di Kudus Bawa Perkara ke Kepolisian

Sementara Ketua Dewan Kesenian Kudus Dian Puspita Sari menyebut, Rananggana Perti Bumi Muria melibatkan 24 pegiat seni dari berbagai sanggar. Karya yang ditampilkan kali ini merupakan kolaborasi dari berbagai sanggar.

“Kami menyebutnya seni pertunjukkan, karna di dalamnya terdapat seni teater, seni tari dan seni lain yang kami kolaborasikan menjadi satu seni pertunjukkan kompleks,” ujarnya.

Lebih lanjut, sambung Dia, secara keseluruhan makna seni pertunjukkan yang ditampilkan Kudus kali ini memiliki makna tentang upaya dalam menjaga bumi di wilayah lereng Gunung Muria.

“Ketika dibedah memang memilki banyak arti. Tapi kami meramu menjadi satu kesatuan dengan makna pesan didalamnya menjaga bumi di wilayah lereng Gunung Muria,” ujarnya.

Sebagai informasi, dalam even bersama Pakudjembara yang ikuti Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Rembang, dan Kabupaten Blora ini, pentas seni pertunjukkan dari Kudus berhasil meraih juara ke-3. (J05/A01)

Berita Terkait

“Dagdigdug”: Kritik Tajam Teater Satoesh UIN Kudus atas Hilangnya Kejujuran di Tengah Kepalsuan Zaman
Bukti Simbol Toleransi, Barongsai dan Tari Kretek Tampil Bersama Dalam Pembukaan TMMD
Pentas Monolog dan Bedah Buku “Jabrik”, Tandai Kebangkitan Gandrung Sastra
UMKM Unik CFD Kudus Curi Perhatian Bupati, Manfaatkan Kayu Jati Jadi Hiasan Bernilai
Atraksi Budaya dan Seni Khas Kudus Sambut Para Pengunjung di Anjungan Jawa Tengah TMII
Sendratari Ngintun Sega Kepel Guncang Panggung Pentas Duta Seni di Anjungan Jawa Tengah TMII
Komunitas Sastra Gelar Workshop ALAMIPUISI
Ketoprak hingga Pengajian Warnai Syukuran Anggota DPRD Kudus Muhammad Nawawi
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Oktober 2025 - 06:10 WIB

“Dagdigdug”: Kritik Tajam Teater Satoesh UIN Kudus atas Hilangnya Kejujuran di Tengah Kepalsuan Zaman

Rabu, 23 Juli 2025 - 18:38 WIB

Bukti Simbol Toleransi, Barongsai dan Tari Kretek Tampil Bersama Dalam Pembukaan TMMD

Minggu, 15 Juni 2025 - 21:44 WIB

Pentas Monolog dan Bedah Buku “Jabrik”, Tandai Kebangkitan Gandrung Sastra

Sabtu, 24 Mei 2025 - 15:27 WIB

UMKM Unik CFD Kudus Curi Perhatian Bupati, Manfaatkan Kayu Jati Jadi Hiasan Bernilai

Senin, 5 Mei 2025 - 12:50 WIB

Atraksi Budaya dan Seni Khas Kudus Sambut Para Pengunjung di Anjungan Jawa Tengah TMII

Berita Terbaru