Geldara di Janggalan Kudus, Perpaduan Seni dan Budaya dalam Peringatan Haul Mbah Jenggolo

- Jurnalis

Minggu, 28 Juli 2024 - 23:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pembukaan Geldera di Janggalan dengan dimeriahkan kirab budaya. Foto: Dok. Pemkab Kudus

Suasana pembukaan Geldera di Janggalan dengan dimeriahkan kirab budaya. Foto: Dok. Pemkab Kudus

 Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Desa Janggalan kembali menggelar Gelaran Dagangan Rakyat (Geldara) pada tahun 2024, sebagai bagian dari peringatan Haul Mbah Jenggolo, leluhur desa.

Acara yang berlangsung pada Minggu, 28 Juli 2024, di Jl. KH. Noor Hadi ini berhasil menyajikan perpaduan antara seni, budaya, dan sentuhan modern, tanpa mengesampingkan adat dan nilai religius yang telah lama dijaga.

Acara ini merupakan bagian dari peringatan Haul Mbah Jenggolo, leluhur desa, yang menggabungkan unsur seni dan budaya dengan nuansa modern, namun tetap menghormati adat dan nilai religius.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Muhamad Hasan Chabibie, bersama Camat Kota Kudus, Andreas Adi Setiawan.

Hasan memberikan apresiasi atas pelaksanaan acara ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan upaya untuk melestarikan kebudayaan yang diwariskan oleh leluhur.

Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi agar identitas daerah tidak hilang oleh modernisasi, sehingga generasi mendatang dapat mengenal dan mewarisi kebudayaan leluhur.

Baca Juga :  Kirab Adri Shankara, Seribuan Warga Menawan Grebek Gunungan Hasil Bumi

Sementara itu, Kepala Desa Janggalan, Noor Aziz, juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama kepada Pj. Bupati Kudus, atas partisipasinya dalam acara ini.

Menurutnya, Geldara adalah program tahunan yang diadakan oleh Pemerintah Desa Janggalan untuk memperingati Haul Mbah Jenggolo dengan menggabungkan unsur seni, budaya, dan nilai religius dalam suasana yang modern.

Acara Geldara 2024 menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, termasuk pameran kerajinan lokal, pertunjukan musik tradisional, dan kuliner khas desa. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat rasa kebersamaan serta melestarikan warisan budaya yang telah lama menjadi bagian dari identitas Desa Janggalan.

Dengan suksesnya acara ini, diharapkan masyarakat Janggalan dapat terus menjaga dan merawat tradisi yang telah diwariskan, serta mengenalkan kekayaan budaya mereka kepada generasi mendatang. (J06/A01)

Berita Terkait

Giring Ganesha Jadi Fotografer Dadakan, Abadikan Penampilan Istri Kenakan Kebaya Kudus dan Caping Kalo
Caping Kalo Nyaris Punah, Kementerian Kebudayaan Siap Kawal Jadi WBTB
670 Penari Lajur Caping Kalo Ukir Rekor MURI Dunia, Budaya Kudus Makin Dikenal
Puluhan Pecahan Mustaka Masjid Kuno Ditemukan di Kudus, Diperkirakan Berusia 400 Tahun
Sandhivarta Patiayam Kembali Digelar, Pemkab Kudus Ajak Generasi Muda Kenali Sejarah
Perbukitan Slumprit dan Situs Sudo Diusulkan Jadi Satu Kawasan Cagar Budaya Tingkat Jawa Tengah
Bidik MURI, Kudus Siapkan Atraksi Kolosal 477 Penari Lajur Caping Kalo di Perayaan Hari Jadi
Gedung Dekranasda dan BPP Gebog Selangkah Lagi Jadi Cagar Budaya Kudus
Berita ini 231 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 12:29 WIB

Giring Ganesha Jadi Fotografer Dadakan, Abadikan Penampilan Istri Kenakan Kebaya Kudus dan Caping Kalo

Sabtu, 26 September 2026 - 11:55 WIB

Caping Kalo Nyaris Punah, Kementerian Kebudayaan Siap Kawal Jadi WBTB

Sabtu, 26 September 2026 - 11:12 WIB

670 Penari Lajur Caping Kalo Ukir Rekor MURI Dunia, Budaya Kudus Makin Dikenal

Rabu, 16 September 2026 - 12:23 WIB

Puluhan Pecahan Mustaka Masjid Kuno Ditemukan di Kudus, Diperkirakan Berusia 400 Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Sandhivarta Patiayam Kembali Digelar, Pemkab Kudus Ajak Generasi Muda Kenali Sejarah

Berita Terbaru