Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Desa Janggalan kembali menggelar Gelaran Dagangan Rakyat (Geldara) pada tahun 2024, sebagai bagian dari peringatan Haul Mbah Jenggolo, leluhur desa.
Acara yang berlangsung pada Minggu, 28 Juli 2024, di Jl. KH. Noor Hadi ini berhasil menyajikan perpaduan antara seni, budaya, dan sentuhan modern, tanpa mengesampingkan adat dan nilai religius yang telah lama dijaga.
Acara ini merupakan bagian dari peringatan Haul Mbah Jenggolo, leluhur desa, yang menggabungkan unsur seni dan budaya dengan nuansa modern, namun tetap menghormati adat dan nilai religius.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Muhamad Hasan Chabibie, bersama Camat Kota Kudus, Andreas Adi Setiawan.
Hasan memberikan apresiasi atas pelaksanaan acara ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan upaya untuk melestarikan kebudayaan yang diwariskan oleh leluhur.
Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi agar identitas daerah tidak hilang oleh modernisasi, sehingga generasi mendatang dapat mengenal dan mewarisi kebudayaan leluhur.
Sementara itu, Kepala Desa Janggalan, Noor Aziz, juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama kepada Pj. Bupati Kudus, atas partisipasinya dalam acara ini.
Menurutnya, Geldara adalah program tahunan yang diadakan oleh Pemerintah Desa Janggalan untuk memperingati Haul Mbah Jenggolo dengan menggabungkan unsur seni, budaya, dan nilai religius dalam suasana yang modern.
Acara Geldara 2024 menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, termasuk pameran kerajinan lokal, pertunjukan musik tradisional, dan kuliner khas desa. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat rasa kebersamaan serta melestarikan warisan budaya yang telah lama menjadi bagian dari identitas Desa Janggalan.
Dengan suksesnya acara ini, diharapkan masyarakat Janggalan dapat terus menjaga dan merawat tradisi yang telah diwariskan, serta mengenalkan kekayaan budaya mereka kepada generasi mendatang. (J06/A01)










