Jurnalpantura.id, Kudus – Suasana senja di sepanjang Jalan Sunan Kudus, Kabupaten Kudus, semakin menggoda dengan perpaduan aroma kuliner yang menggugah selera dan inovasi fasilitas publik yang memanjakan pengunjung.
Aroma khas dari penggorengan dan asap pemanggang menyambut setiap orang yang melintas, menciptakan pengalaman kuliner yang tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mencuri perhatian indera penciuman.
Jalan Sunan Kudus dikenal sebagai titik kumpul para Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan ragam kuliner. Mulai dari nasi tahu telur, ayam dan ikan penyetan, hingga sate ayam dan aneka seafood, semuanya tersaji di deretan warung sepanjang jalan.
Setidaknya ada 35 pedagang yang berjualan di sana, membuat pengunjung memiliki banyak pilihan untuk memuaskan selera.
Tak hanya ragam menu yang menggoda, harga makanan yang ditawarkan pun terbilang sangat terjangkau. Dengan kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu, pengunjung bisa menikmati sajian nikmat sembari duduk santai menikmati panorama senja.
Konsep outdoor yang diusung para pedagang membuat suasana makan menjadi lebih santai dan menyenangkan.
Menariknya, para pedagang kompak memberikan tambahan fasilitas berupa wifi gratis untuk para pengunjung. Fasilitas ini memungkinkan pengunjung untuk berselancar di dunia maya sembari menunggu pesanan atau sekadar bersantai setelah makan.
Inisiatif ini dimulai sejak Agustus 2025 lalu, sebagai solusi bagi para pedagang yang kesulitan dengan kebutuhan internet untuk layanan penjualan online.
Ketua Paguyuban PKL Sunan Kudus, Mundloha atau yang akrab disapa Toha, menjelaskan bahwa pemasangan wifi merupakan hasil kesepakatan bersama. Wifi gratis dengan kecepatan 100 mbps kini sudah tersedia di lima titik sepanjang 700 meter.
Meskipun awalnya mengalami kendala teknis, kini layanan internet tersebut sudah berjalan optimal setelah beberapa kali evaluasi.
“Total tagihan bulanan mencapai Rp 2.640.000 dan sepenuhnya dibayar dari iuran kas bersama,” katanya.
Menurut Toha, seluruh pedagang merasa ringan dan setuju karena manfaatnya sangat besar, baik bagi mereka sendiri maupun untuk menarik lebih banyak pengunjung.
Langkah ini terbukti efektif. Jalan Sunan Kudus kini tidak hanya menjadi pusat kuliner, tetapi juga ruang publik yang ramah digital. Banyak anak muda yang datang untuk menikmati makanan sekaligus memanfaatkan akses internet gratis.
Inovasi ini bahkan mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kudus, karena memberi manfaat luas bagi pedagang, pembeli, hingga masyarakat umum yang membutuhkan akses internet cepat selama 24 jam PENUH. (J05/A01)










