Jurnalpantura.id, Kudus – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muria Kudus melaksanakan program pelatihan pembuatan puding daun kelor sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Langgardalem, Kabupaten Kudus.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja unggulan KKN yang berfokus pada pemanfaatan pangan lokal untuk meningkatkan gizi masyarakat.
Acara yang berlangsung di Gedung NU Muslimat Desa Langgardalem ini dihadiri oleh 66 peserta yang terdiri dari ibu-ibu balita, remaja, dan lansia.
Pelatihan dipandu oleh 14 mahasiswa KKN dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Alfiyani Nur Hidayanti, S.E., M.Si., Akt.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi mengenai kandungan gizi daun kelor yang kaya protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi, serta antioksidan, yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Selain sesi sosialisasi, tim KKN juga mengadakan demonstrasi pembuatan puding daun kelor. Peserta diajak terlibat langsung mulai dari proses pemilihan dan pencucian daun kelor, perebusan untuk mengambil sari, pencampuran dengan agar-agar, gula, dan susu, hingga proses pencetakan.
Antusiasme terlihat dari banyaknya peserta yang aktif bertanya dan mencoba membuat puding secara mandiri.
Koordinator kegiatan, Rohhul Azmi, menjelaskan bahwa tujuan dari program ini adalah meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat sekaligus memberikan keterampilan mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan sehat dan menarik bagi anak.
“Kami berharap puding daun kelor ini dapat menjadi alternatif makanan tambahan bergizi yang mudah dibuat di rumah dan terjangkau bagi semua kalangan,” ujarnya.
Kepala Desa Langgardalem, Bapak Khoirul Amin, S.Pd.I, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi mahasiswa KKN UMK.
“Saya sangat mendukung program puding daun kelor ini. Selain menyehatkan dan bisa mencegah stunting, produk ini juga memiliki potensi ekonomi. Kalau dikembangkan lebih lanjut, puding daun kelor bisa dijual atau dititipkan ke toko-toko sebagai produk unggulan desa,” ujarnya.
Sementara itu, Ibu Siti, salah satu orang tua balita peserta Posyandu Desa Langgardalem, juga memberikan kesan positifnya.
“Rasanya enak, anak saya suka sekali. Teksturnya lembut dan tidak pahit. Cocok sekali untuk balita, bahkan orang dewasa pun doyan. Kalau ada yang jual di warung atau toko, pasti laris,” katanya dengan senyum puas.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Langgardalem semakin sadar akan pentingnya gizi seimbang dalam mencegah stunting, serta termotivasi untuk memanfaatkan potensi lokal yang ada. Program ini juga berpotensi membuka peluang usaha rumahan berbasis produk puding daun kelor. (J02/A01)










