Jurnalpantura.id, Kudus – Hujan yang mengguyur kawasan Kabupaten Kudus pada Kamis, 4/11/2025, menyebabkan lantai dua Pasar Bitingan tergenang air sekitar pukul 10.00 WIB.
Hampir seluruh area di lantai tersebut basah karena sebagian besar talang air di atap pasar mengalami kebocoran. Kondisi ini membuat aktivitas jual beli terganggu dan para pedagang harus berjibaku menahan masuknya air.
Para pedagang terpaksa menampung air yang menetes dari talang bocor menggunakan ember seadanya.
Meski berbagai upaya dilakukan untuk mencegah air membasahi lantai, banyaknya titik kebocoran membuat usaha tersebut tetap tidak efektif. Alhasil, air terus menggenangi area kios dan membuat lantai pasar licin serta becek.
Selepas hujan mereda, para pedagang secara mandiri membersihkan genangan air yang memasuki area jualannya. Mereka mengelap lantai, membuang air ke selokan, hingga merapikan kembali barang dagangan yang sempat basah.
Kondisi ini disebut sudah sering terjadi setiap hujan turun, membuat pedagang merasa lelah dan dirugikan.
Salah satu pedagang, Muslimah (52), mengeluhkan bahwa kebocoran di lantai dua Pasar Bitingan bukan hal baru. Ia menyesalkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus yang dinilai tidak kunjung memberikan perhatian untuk memperbaiki talang air.
“Setiap hujan seperti banjir, bisa ini dienggoni lele. Gentengnya tidak mau diperbaiki Pak Bupati, diganti terus ya masih begini,” ujarnya kesal.
Ia juga menyebut kondisi becek membuat pembeli enggan datang.
Keluhan serupa disampaikan Tutik Asiyani (49). Ia menuturkan bahwa hujan yang hanya berlangsung satu jam saja sudah cukup membuat hampir seluruh lantai pasar terendam. Jika hujan turun lebih lama, kondisi pasar bisa jauh lebih parah.
“Harapannya ya dibenahi, pasar mau pindah kan masih lama, biar tidak bocor,” ujarnya.
Selama 25 tahun berdagang di Pasar Bitingan, Tutik merasa bahwa perbaikan talang air tidak pernah dilakukan secara serius. Akibatnya, kebocoran terus berulang dari tahun ke tahun.
“Pembeli mau masuk kan tidak jadi, karena kondisi pasarnya begini,” keluhnya sambil menunjukkan bagian lantai kiosnya yang masih basah.
Menanggapi keluhan para pedagang, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Agus Sumarsono, menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa melakukan perbaikan talang dalam waktu dekat.
Ia menyebut anggaran pemeliharaan pasar sudah habis, sementara rencana revitalisasi Pasar Bitingan tahun 2026 sudah tidak ada. Meski begitu, pihaknya akan mengupayakan anggaran pemeliharaan rutin tahun depan sebagai solusi sementara.
“Nanti kita koordinasikan dengan koordinator pasar, mungkin sementara ini bisanya pakai swadaya. Akan kita usahakan di tahun depan,” ujarnya. (J05/A01)










