Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus mulai melakukan verifikasi terhadap 350 pedagang yang telah mendaftar untuk mengikuti kegiatan Car Free Night (CFN) perdana yang akan digelar Sabtu malam, 2/7/2025.
Verifikasi ini dilakukan untuk memastikan event berjalan lancar, tertata, dan sesuai dengan kapasitas ruang yang tersedia.
Kabid Pedagang Kaki Lima (PKL) pada Disdag Kudus, Imam Prayitno menyebut bahwa antusiasme pedagang terhadap kegiatan CFN yang akan berlangsung di Jalan dr. Ramelan sangat tinggi.
Karenanya, proses seleksi dilakukan dengan cermat agar tetap menjaga kenyamanan pengunjung maupun pedagang.
“Kalau idealnya memang 75 lapak, tapi kami masih merumuskan lagi agar pedagang bisa masuk maksimal tapi suasananya masih nyaman, masih ada ruang untuk pengunjung itu nongkrong,” ujar Imam, Selasa, 29/7/2025.
Pedagang yang mendaftar berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari kuliner, aksesoris, pakaian, permainan, jasa hingga buah-buahan. Dari 350 pendaftar, sebanyak 125 di antaranya merupakan pedagang baru.
“Jadi ada yang dari PKL CFD ikut daftar, dari alun-alun, menara, GOR, dan juga banyak pedagang baru. Kami ingin memastikan semua yang berjualan sudah diverifikasi agar pelaksanaan CFN bisa berjalan sukses,” jelas Imam.
Pelaksanaan CFN akan dimulai pukul 20.00 hingga 00.00 WIB di Jalan dr. Ramelan sepanjang 280 meter. Penataan lokasi akan segera dipetakan, dilanjutkan dengan pembagian nomor lapak dan kartu identitas untuk pedagang yang lolos verifikasi.
Dinas Perdagangan hanya memfasilitasi lokasi dan proses pendaftaran. Sementara untuk kebutuhan seperti listrik dan tenda akan menjadi tanggung jawab pedagang.
“Pedagang hanya akan dikenakan retribusi, untuk listrik dan lainnya itu nanti diserahkan ke pedagang,” tegas Imam.
Seperti halnya Car Free Day, area Car Free Night juga akan disterilkan dari kendaraan. Disdag Kudus telah menyiapkan kantong parkir di dua titik, yaitu Jalan Sunan Kudus di sisi utara dan 100 meter setelah perempatan Mangga di sisi selatan.
CFN dijadwalkan berlangsung sebulan sekali setiap malam Minggu, namun bisa ditambah menjadi dua kali bahkan tiap pekan jika antusias masyarakat tinggi. (J05/A01)










