Jurnalpantura.id, Kudus – Pasar Kuliner Jadul dalam rangka perayaan Ta’sis Masjid Al Aqsha Menara Kudus ke-491 resmi dibuka hari ini, Jumat, 2/1/2026. Kegiatan tersebut digelar di komplek Taman Menara Kudus.
Berbagai kuliner jadul khas Jawa dan Kudus dijajakan. Mulai dari awug-awug, sagu mutiaran, meniran, sego tiwul, kembang tahu, dawet, gethuk, nasi liwet, aneka gorengan, hingga makanan tradisional lainnya yang kini mulai jarang ditemukan.
Ketua Panitia Pasar Kuliner Jadul, Hartanto Tri Saputro mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari perayaan Ta’sis Masjid Al Aqsha Menara Kudus. Pasar Kuliner Jadul berlangsung selama tujuh hari, mulai Jumat-Kamis, 2-8/1/2026.
“Tujuan pelaksaan Pasar Jadul Kuliner ini sendiri untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan UMKM di Kabupaten Kudus. Di samping itu juga untuk melestarikan makanan jadul bagi generasi sekarang,” ujarnya.
Selain menghadirkan kuliner tradisional, kawasan Taman Menara Kudus juga akan dimeriahkan dengan penampilan hadroh dari sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Kudus. Pertunjukan hadroh tersebut dijadwalkan tampil pada 5, 7, dan 8 Januari 2026.
Hartanto menilai antusiasme pedagang maupun pengunjung setiap tahunnya selalu tinggi. Oleh karena itu, agenda Pasar Kuliner Jadul rutin digelar dengan berbagai evaluasi.
Panitia juga melakukan seleksi ketat terhadap pedagang agar hanya menjajakan makanan jadul.
“Dari tahun sebelumnya ada yang kita blacklist karena tidak mematuhi aturan, yakni menjajakan makanan yang bukan kuliner jadul,” tambahnya.
Salah satu pedagang, Meli, yang menjajakan awug-awug, meniran, hingga roti maryam, mengaku sudah lima kali berpartisipasi dalam Pasar Kuliner Jadul.
Ia menyebut pengunjung selalu ramai setiap harinya. Bahkan pada tahun sebelumnya, ia mampu menjual sekitar lima kilogram adonan roti maryam per hari.
“Kalau bukanya mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB,” ujarnya.
Sementara itu, pengunjung Dina Nur Faizaturn Niswah (24), warga Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, mengaku selalu menyempatkan diri datang setiap tahun.
Pada hari pertama pembukaan kali ini, ia datang usai berziarah ke Makam Sunan Kudus.
“Ini coba beli roti maryam, habis ziarah terus ke sini. Senang sekali ada Pasar Kuliner Jadul, karena ramai dan banyak makanan yang sekarang jarang ditemukan ada di sini,” tuturnya. (J05/A01)










