Dibuka Sepekan, Aneka Makanan Tempo Dulu Hadir di Pasar Kuliner Jadul Menara Kudus

- Jurnalis

Jumat, 2 Januari 2026 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

jajanan tradisional di Pasar Kuliner Jadul Taman Menara Kudus. (Foto: J05)

jajanan tradisional di Pasar Kuliner Jadul Taman Menara Kudus. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Pasar Kuliner Jadul dalam rangka perayaan Ta’sis Masjid Al Aqsha Menara Kudus ke-491 resmi dibuka hari ini, Jumat, 2/1/2026. Kegiatan tersebut digelar di komplek Taman Menara Kudus.

Berbagai kuliner jadul khas Jawa dan Kudus dijajakan. Mulai dari awug-awug, sagu mutiaran, meniran, sego tiwul, kembang tahu, dawet, gethuk, nasi liwet, aneka gorengan, hingga makanan tradisional lainnya yang kini mulai jarang ditemukan.

Ketua Panitia Pasar Kuliner Jadul, Hartanto Tri Saputro mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari perayaan Ta’sis Masjid Al Aqsha Menara Kudus. Pasar Kuliner Jadul berlangsung selama tujuh hari, mulai Jumat-Kamis, 2-8/1/2026.

“Tujuan pelaksaan Pasar Jadul Kuliner ini sendiri untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan UMKM di Kabupaten Kudus. Di samping itu juga untuk melestarikan makanan jadul bagi generasi sekarang,” ujarnya.

Selain menghadirkan kuliner tradisional, kawasan Taman Menara Kudus juga akan dimeriahkan dengan penampilan hadroh dari sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Kudus. Pertunjukan hadroh tersebut dijadwalkan tampil pada 5, 7, dan 8 Januari 2026.

Hartanto menilai antusiasme pedagang maupun pengunjung setiap tahunnya selalu tinggi. Oleh karena itu, agenda Pasar Kuliner Jadul rutin digelar dengan berbagai evaluasi.

Baca Juga :  Menikmati Sensasi Sego Jagung Tempo Dulu dengan Latar Gunung Rahtawu

Panitia juga melakukan seleksi ketat terhadap pedagang agar hanya menjajakan makanan jadul.

“Dari tahun sebelumnya ada yang kita blacklist karena tidak mematuhi aturan, yakni menjajakan makanan yang bukan kuliner jadul,” tambahnya.

Salah satu pedagang, Meli, yang menjajakan awug-awug, meniran, hingga roti maryam, mengaku sudah lima kali berpartisipasi dalam Pasar Kuliner Jadul.

Ia menyebut pengunjung selalu ramai setiap harinya. Bahkan pada tahun sebelumnya, ia mampu menjual sekitar lima kilogram adonan roti maryam per hari.

“Kalau bukanya mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB,” ujarnya.

Sementara itu, pengunjung Dina Nur Faizaturn Niswah (24), warga Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, mengaku selalu menyempatkan diri datang setiap tahun.

Pada hari pertama pembukaan kali ini, ia datang usai berziarah ke Makam Sunan Kudus.

“Ini coba beli roti maryam, habis ziarah terus ke sini. Senang sekali ada Pasar Kuliner Jadul, karena ramai dan banyak makanan yang sekarang jarang ditemukan ada di sini,” tuturnya. (J05/A01)

Berita Terkait

Lentog Tanjung Tetap Jadi Primadona Sarapan Khas Kudus, Istri Bupati Kenang Cita Rasa Legendaris
Pemilik Kongkow, Berharap Ada Tambahan Rambu Lalu Lintas di Kawasan Wisata Kedumulyo
Usung Konsep Food Truck, Kongkow Jadi Tempat Nongkrong Favorit di Kedumulyo
Nikmatnya Semur Kutuk Khas Hadipolo Kudus, Kuliner Lawas yang Terus Bertahan
BGN Hentikan Sementara Operasional 15 SPPG di Kudus karena Masalah IPAL
Inovasi SMKN 3 Kudus, Lentog Tanjung Dikemas Kaleng dan Tahan Setahun
Gapit Buatan Warga Binaan Rutan Kudus Laris Manis Selama Ramadan
Hampers Lebaran Banjir Permintaan, Dezato Kudus Siapkan Varian Kue Kering Best Seller
Berita ini 143 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:55 WIB

Lentog Tanjung Tetap Jadi Primadona Sarapan Khas Kudus, Istri Bupati Kenang Cita Rasa Legendaris

Senin, 22 Juni 2026 - 20:26 WIB

Pemilik Kongkow, Berharap Ada Tambahan Rambu Lalu Lintas di Kawasan Wisata Kedumulyo

Senin, 22 Juni 2026 - 19:53 WIB

Usung Konsep Food Truck, Kongkow Jadi Tempat Nongkrong Favorit di Kedumulyo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:56 WIB

Nikmatnya Semur Kutuk Khas Hadipolo Kudus, Kuliner Lawas yang Terus Bertahan

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:43 WIB

BGN Hentikan Sementara Operasional 15 SPPG di Kudus karena Masalah IPAL

Berita Terbaru