Angka Kecelakaan di Kudus Tahun 2025 Meningkat, Dominasi Generasi Muda

- Jurnalis

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat Lantas Polres Kudus Iptu Royke Noldy Darean (Foto:JP)

Kasat Lantas Polres Kudus Iptu Royke Noldy Darean (Foto:JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kudus mencatat adanya tren kenaikan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Kudus sepanjang tahun 2025.

Kurangnya kehati-hatian pengendara serta kondisi infrastruktur jalan yang rusak dan minimnya penerangan disinyalir menjadi faktor utama penyebab kecelakaan.

​Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kasatlantas AKP Royke Noldy Darean yang disampaikan oleh Kanit Gakkum Ipda Moh Jafar, mengungkapkan bahwa secara statistik, jumlah kejadian maupun fatalitas korban mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

​Berdasarkan data yang dirilis, pada tahun 2024 tercatat sebanyak 1.035 kejadian kecelakaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 113 orang dinyatakan meninggal dunia (MD), sementara 1.263 orang mengalami luka ringan. Kerugian material yang ditimbulkan mencapai Rp748.050.000.

​Angka ini melonjak di tahun 2025, dengan rincian sebagai berikut, Jumlah Kejadian 1.127 kasus. Korban Meninggal Dunia 118 jiwa, Luka Ringan 1.362 orang, Kerugian Material: Rp812.800.000.

​”Ada kenaikan jumlah kejadian dari 1.035 menjadi 1.127 kasus. Untuk korban meninggal dunia juga naik dari 113 menjadi 118 jiwa di tahun 2025,” ujar Ipda Moh Jafar.

Baca Juga :  Truck Muatan Tepung Terguling Di Jembatan Tanggulangin

​Data Satlantas Polres Kudus juga mengungkap fakta memprihatinkan terkait profil usia korban yang terlibat kecelakaan. Kelompok usia produktif, khususnya generasi muda, mendominasi angka kecelakaan di jalan raya.

Berikut adalah persentase keterlibatan usia dalam kecelakaan di Usia 10-25 Tahun: 40% (Tertinggi), Usia 26-40 Tahun 30%, Usia 41-50 Tahun 20% dan di Usia 51-70 Tahun.

Ipda Moh Jafar menjelaskan bahwa mayoritas kecelakaan terjadi akibat faktor kelalaian manusia (human error), yakni kurangnya kehati-hatian pengendara saat melaju di jalan raya. Selain itu faktor infrastruktur turut memberikan kontribusi negatif.

​”Rata-rata karena kurang kehati-hatian pengendara dan adanya infrastruktur jalan yang rusak di beberapa titik,” tambahnya.

​Pihak kepolisian terus menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi rambu lalu lintas, dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum bepergian guna menekan angka kecelakaan di tahun mendatang. (J02/A01)

Berita Terkait

Motor Terperosok ke Proyek Jalan di Sambung Kudus, Polisi Minta Pelaksana Perkuat Penerangan
Truk Muatan Tebu Terguling di Margoyoso, Dua Pengendara Motor Tewas dan Satu Luka Berat
Gara-Gara Sandal Nyangkut di Pedal Gas, Mobil Operasional SPPG Seruduk Rumah Warga di Pati
Ngebut, Bocah 15 Tahun Tabrak PKL Jl Sunan Kudus
Tragis, Pasutri Asal Rembang Meninggal Dunia di Jalur Pantura Kudus
Tabrakan Beruntun Libatkan Empat Kendaraan di Hadipolo Kudus, Pemotor Meninggal
Dua Motor Hantam Truk Hino yang Parkir, Satu Pengendara Meninggal, Satu Korban Lainnya Kritis
Sehari, Tiga Orang Tewas dalam Kecelakaan di Kudus
Berita ini 206 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:45 WIB

Motor Terperosok ke Proyek Jalan di Sambung Kudus, Polisi Minta Pelaksana Perkuat Penerangan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:59 WIB

Truk Muatan Tebu Terguling di Margoyoso, Dua Pengendara Motor Tewas dan Satu Luka Berat

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:33 WIB

Gara-Gara Sandal Nyangkut di Pedal Gas, Mobil Operasional SPPG Seruduk Rumah Warga di Pati

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:46 WIB

Ngebut, Bocah 15 Tahun Tabrak PKL Jl Sunan Kudus

Rabu, 8 April 2026 - 17:24 WIB

Tragis, Pasutri Asal Rembang Meninggal Dunia di Jalur Pantura Kudus

Berita Terbaru