Bupati Sam’ani Intakoris Takjub Traktor Perahu “ISHOKU” Buatan Pabrik Alat Pertanian di Kudus

- Jurnalis

Sabtu, 22 Maret 2025 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris di Traktor Perahu ISHOKU (Foto:JP)

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris di Traktor Perahu ISHOKU (Foto:JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris berkunjung ke pabrik pembuatan mesin pertanian dan perkebunan “ISHOKU” di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, pada Sabtu, 22/03/2025.

Didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetiyo, Sam’ani berkeliling ke pabrik milik CV Mandiri Garlica Pratama.

Saat berkeliling melihat produk-produk yang dihasilkan pabrik, Bupati Kudus takjub dengan inovasi traktor prahu. Menurutnya, traktor perahu itu unik karena mampu mempercepat proses pembajakan di lahan basah.

“Di sini ada traktor prahu yang bisa digunakan untuk sawah yang dalam mapun rawa. Ini unik karena traktor tidak bisa terjebak di lahan yang basah dan bisa mempercepat pengolahan lahan atau pembajakan sawah,” kata Sam’ani Intakoris.

Selain itu, Sam’ani juga mengapresiasi warga Kudus yang mampu berinovasi serta menciptakan alat-alat pertanian modern bahkan memiliki pabrik sendiri yang cukup luas.

“Kunjungan ini, kita mendukung modernisasi alat-alat pertanian dalam rangka mendukung swasembada pangan dan ketahanan pangan,” ujar Bupati.

“Sebenarnya gak usah jauh-jauh, di Kudus ada ISHOKU yang bisa membuat alat-alat pertanian modern,” lanjutnya.

Alat Pertanian merek ISHOKU (Foto:JP)

Saat ini, Bupati Sam’ani mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berencana memberikan bantuan alat bagi petani.

Pemkab masih memetakan dan menginventarisir alat pertanian yang paling dibutuhkan para petani.

“Dari Dinas Pertanian, Pemkab Kudusm Gapoktan, dan lainnya sedang berkolaborasi untuk membantu Kudus swasembada pangan atau surplus pangan,” terangnya.

Sementara itu, Owner CV Mandiri Garlica Pratama, Yusuf Setyawan menyampaikan bahwa ada sekitar 250 jenis alat yang berhasil dihasilkan. Baik itu alat pertanian, perkebunan, perindustrian, hingga UMKM.

Baca Juga :  Disdag Kudus Tertibkan PKL CFD, Rata-rata 15 Pedagang Dicoret Setiap Pekan

Mulai dari mesin perontok padi, traktor, perontok jagung, pengelolahan pelet, mesin peras santan, mesin pembuat tahu bakso, pompa air, dan sebagainya.

Termasuk mesin traktor perahu yang terinspirasi dari alat traktor kura-kura yang berkembang di Pulau Sumatera.

“Traktor prahu ini digunakan untuk wilayah yang berawa atau berair. Kalau traktor biasa kan tenggelam dan gak bisa jalan kalau di lahan yang berair, tapi ini tidak,” terangnya.

Sejak berdiri pada tahun 2012, Yusuf mengatakan bahwa pesanan alat merek ISHOKU yang dihasilkannya sudah sampai ke seluruh Indonesia. Dari yang awalnya hanya mengembangkan 1 alat, kini Yusuf telah memiliki 200-an karyawan dan mampu membuat ratusan jenis alat modern.

Dari semua itu, ada 40 produk ISHOKU yang sudah berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia) dan ada 200 macam produk yang memenuhi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).

“Kebanyakan kita masuk (menjual) mesin-mesin pertanian. Mulai dari pengolahan lahan, hasilnya, dari hulu sampai hilir kita ada dan tersedia,” ujarnya.

“Kita juga bisa dipakai di e-katalog,” lanjutnya.

Petani di Kudus dikatakan Yusuf juga ada yang sudah pesan alat di tempatnya. Seperti alat roasting kopi hingga chopper yang digunakan untuk mencacah bahan yang akan dijadikan pakan ternak.

Disinggung mengenai harga alat-alat yang diproduksi, menurut Yusuf harganya bervariasi. Paling murah sekitar Rp 8 juta dan yang paling mahal mencapai Rp 700 juta.

Ke depan, Yusuf berencana mengembangkan alat untuk membuat packaging produk UMKM agar lebih menarik. (J02/A01)

Berita Terkait

Tiga Tahun Dikembangkan, Tembakau Gulang Mulai Tunjukkan Hasil
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Kudus Serahkan 60 Alsintan kepada Kelompok Tani
Kolaborasi LPPNU dan MWC NU Dawe Lahirkan Kader Penggerak Pertanian Organik
Satu Dekade Kelola Sampah, Desa Sidorekso Kudus Kini Mandiri Tanpa Kirim Residu ke TPA
Dinas Pertanian Kudus Siapkan Strategi Hadapi El Nino, Petani Diminta Adaptasi Pola Tanam
Gerakan Tani Karangsari Adukan Dugaan Jual Beli Lahan Eks HGU ke DPRD Pati
Terjerat Utang Rp150 Juta, Petambak Tunggulsari Gagal Panen Diterjang Rob
Jadikan Sawah sebagai Laboratorium, Hamdan Adib Ciptakan Pupuk dan Pestisida Organik
Berita ini 332 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:45 WIB

Tiga Tahun Dikembangkan, Tembakau Gulang Mulai Tunjukkan Hasil

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Kudus Serahkan 60 Alsintan kepada Kelompok Tani

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:57 WIB

Kolaborasi LPPNU dan MWC NU Dawe Lahirkan Kader Penggerak Pertanian Organik

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:08 WIB

Satu Dekade Kelola Sampah, Desa Sidorekso Kudus Kini Mandiri Tanpa Kirim Residu ke TPA

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:19 WIB

Dinas Pertanian Kudus Siapkan Strategi Hadapi El Nino, Petani Diminta Adaptasi Pola Tanam

Berita Terbaru