Bupati Kudus Kumpulkan PKL, Perkuat Ekonomi Rakyat di Tengah Konstruksi Ekonomi

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, bersama Ketua Forum Paguyuban PKL Kabupaten Kudus, Mundloha. (Foto: J02)

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, bersama Ketua Forum Paguyuban PKL Kabupaten Kudus, Mundloha. (Foto: J02)

Jurnalpantura.id, Kudus – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengumpulkan perwakilan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari berbagai wilayah di Kabupaten Kudus sebagai upaya memperkuat sektor informal yang dinilai berperan penting dalam menopang perekonomian masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Sam’ani mengajak seluruh PKL untuk ikut menjaga kondusivitas wilayah dengan menciptakan lingkungan usaha yang aman, nyaman, dan tertib.

Menurutnya, suasana usaha yang baik akan memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Kabupaten Kudus.

Ia menilai keberadaan PKL memiliki kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi masyarakat kecil. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memberikan perhatian lebih agar para pelaku usaha informal tetap mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi saat ini.

“PKL merupakan bagian penting dari sektor informal yang ikut menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu, keamanan dan kondusivitas harus dijaga bersama,” ujar Sam’ani saat memberikan arahan kepada para pedagang.

Selain menjaga ketertiban, Sam’ani juga meminta para pedagang meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen.

Ia menekankan pentingnya menjaga cita rasa makanan, kebersihan tempat usaha, hingga kualitas produk agar kepercayaan masyarakat terhadap PKL tetap terjaga.

Bupati Kudus tersebut turut mengingatkan pentingnya higienitas makanan guna mencegah risiko penyakit maupun penyebaran vektor penyakit di lingkungan usaha.

Para pedagang diminta menggunakan perlengkapan pendukung seperti celemek, sarung tangan, dan menjaga kebersihan peralatan saat melayani pembeli.

Baca Juga :  Perbup Zona PKL di Sahkan, Sanksi Denda 500rb Bagi Penjual dan Pembeli di Zona Merah

“Pesan kami, kawasan usaha PKL harus terbebas dari peredaran narkoba maupun minuman keras agar pengunjung dan wisatawan merasa aman,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa organisasi PKL yang selama ini kurang aktif akan kembali dihidupkan. Langkah tersebut bertujuan agar para pedagang memiliki wadah komunikasi, koordinasi, serta penguatan usaha dalam menghadapi kondisi ekonomi yang sedang mengalami kontraksi.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kudus juga menyiapkan berbagai program pendampingan bagi para PKL melalui program Sehati.

Program tersebut dapat diakses pedagang dengan mendaftarkan usahanya melalui DPMPTSP dan mencakup pendampingan legalitas usaha hingga pemeriksaan kesehatan makanan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus.

“Program Sehati mencakup pendampingan legalitas hingga kesehatan makanan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Forum Paguyuban PKL Kabupaten Kudus, Mundloha menyambut positif perhatian pemerintah terhadap para pedagang.

“Arahan dari Bupati Kudus menjadi motivasi bagi PKL untuk tetap bertahan di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan mulai memengaruhi keuntungan pedagang, meski hingga kini para PKL masih memilih menahan harga jual sambil melihat perkembangan pasar. (J05/A01)

Berita Terkait

BPS: Inflasi Tahunan Kudus 3,16 Persen, Sedikit di Bawah Jateng
Nilai Ekspor Kudus Capai Rp400 Miliar, Pemkab Bidik Lebih Banyak Pelaku Usaha Go Global
Kudus Mulai Bidik Pasar Dunia, Pelaku Usaha Dibekali Pengetahuan Ekspor
Tunggakan Retribusi Pasar Jadi Beban PAD Kudus, Nilainya Capai Rp 7,6 Miliar
Rayakan Hari Jadi ke-477, Pemkab Kudus Gelar Great Sale Bareng Pelaku Usaha Sepanjang September 2026
Buka Gebyar Fest 81, Bupati Kudus Dorong UMKM Tumbuh Lewat Sinergi Perbankan
Pemkab Kudus Awasi 150 Pelaku Usaha pada 2026, Fokus Tingkatkan Kepatuhan Perizinan
CFN dan Nobar Piala Dunia Hidupkan Simpang Tujuh Kudus, UMKM Raup Berkah
Berita ini 29 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:09 WIB

BPS: Inflasi Tahunan Kudus 3,16 Persen, Sedikit di Bawah Jateng

Selasa, 29 September 2026 - 15:29 WIB

Nilai Ekspor Kudus Capai Rp400 Miliar, Pemkab Bidik Lebih Banyak Pelaku Usaha Go Global

Selasa, 29 September 2026 - 15:02 WIB

Kudus Mulai Bidik Pasar Dunia, Pelaku Usaha Dibekali Pengetahuan Ekspor

Senin, 28 September 2026 - 12:51 WIB

Tunggakan Retribusi Pasar Jadi Beban PAD Kudus, Nilainya Capai Rp 7,6 Miliar

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:53 WIB

Rayakan Hari Jadi ke-477, Pemkab Kudus Gelar Great Sale Bareng Pelaku Usaha Sepanjang September 2026

Berita Terbaru