Jurnalpantura.id, Kudus – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengumpulkan perwakilan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari berbagai wilayah di Kabupaten Kudus sebagai upaya memperkuat sektor informal yang dinilai berperan penting dalam menopang perekonomian masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Sam’ani mengajak seluruh PKL untuk ikut menjaga kondusivitas wilayah dengan menciptakan lingkungan usaha yang aman, nyaman, dan tertib.
Menurutnya, suasana usaha yang baik akan memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Kabupaten Kudus.
Ia menilai keberadaan PKL memiliki kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi masyarakat kecil. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memberikan perhatian lebih agar para pelaku usaha informal tetap mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi saat ini.
“PKL merupakan bagian penting dari sektor informal yang ikut menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu, keamanan dan kondusivitas harus dijaga bersama,” ujar Sam’ani saat memberikan arahan kepada para pedagang.
Selain menjaga ketertiban, Sam’ani juga meminta para pedagang meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen.
Ia menekankan pentingnya menjaga cita rasa makanan, kebersihan tempat usaha, hingga kualitas produk agar kepercayaan masyarakat terhadap PKL tetap terjaga.
Bupati Kudus tersebut turut mengingatkan pentingnya higienitas makanan guna mencegah risiko penyakit maupun penyebaran vektor penyakit di lingkungan usaha.
Para pedagang diminta menggunakan perlengkapan pendukung seperti celemek, sarung tangan, dan menjaga kebersihan peralatan saat melayani pembeli.
“Pesan kami, kawasan usaha PKL harus terbebas dari peredaran narkoba maupun minuman keras agar pengunjung dan wisatawan merasa aman,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa organisasi PKL yang selama ini kurang aktif akan kembali dihidupkan. Langkah tersebut bertujuan agar para pedagang memiliki wadah komunikasi, koordinasi, serta penguatan usaha dalam menghadapi kondisi ekonomi yang sedang mengalami kontraksi.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kudus juga menyiapkan berbagai program pendampingan bagi para PKL melalui program Sehati.
Program tersebut dapat diakses pedagang dengan mendaftarkan usahanya melalui DPMPTSP dan mencakup pendampingan legalitas usaha hingga pemeriksaan kesehatan makanan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus.
“Program Sehati mencakup pendampingan legalitas hingga kesehatan makanan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Forum Paguyuban PKL Kabupaten Kudus, Mundloha menyambut positif perhatian pemerintah terhadap para pedagang.
“Arahan dari Bupati Kudus menjadi motivasi bagi PKL untuk tetap bertahan di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan mulai memengaruhi keuntungan pedagang, meski hingga kini para PKL masih memilih menahan harga jual sambil melihat perkembangan pasar. (J05/A01)










