Jurnalpantura.id, Kudus – Stok beras dan minyak goreng merek Minyakita di wilayah Provinsi Jawa Tengah dipastikan aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah.
Ketersediaan bahan pangan pokok tersebut bahkan disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.
Kepala Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniarti, menyebutkan bahwa cadangan beras yang tersedia saat ini sangat melimpah. Berdasarkan data yang tercatat, total stok mencapai 515.722 ton setara beras dengan rata-rata penyaluran sekitar 101 ton.
“Artinya stok sangat cukup bahkan sampai lima hingga enam bulan ke depan,” kata Sri Muniati saat mendampingi kunjungan Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Pasar Baru, Kabupaten Kudus, Kamis, 12/3/2026.
Menurutnya, saat ini juga tengah memasuki periode panen raya sehingga penyerapan beras di wilayah Jawa Tengah diperkirakan terus bertambah. Saat ini penambahan stok tercatat sekitar 3.500 ton setara beras per hari dari hasil serapan di tingkat petani.
Selain beras, Bulog juga memastikan ketersediaan minyak goreng Minyakita untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri 1447 Hijriyah.
Saat ini jumlah pasokan yang tersedia mencapai 9,5 juta liter, baik untuk kebutuhan komersial maupun bantuan pangan.
“Saat ini dalam rangka pengendalian harga menjelang Hari Raya, sesuai penugasan dari pemerintah, Bulog sudah menyalurkan bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret,” tambah Sri Muniati.
Ia juga menyampaikan bahwa beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kembali disalurkan mulai tahun 2026.
Selain itu, Bulog secara rutin menggelar gerakan pangan murah bekerja sama dengan pemerintah kabupaten, TNI, dan Polri guna membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
Pada kesempatan tersebut, Bulog mengimbau masyarakat agar tidak khawatir ataupun melakukan panic buying. Pasalnya, stok beras maupun minyak goreng Minyakita yang tersedia saat ini dipastikan sangat mencukupi.
Bulog juga akan terus memantau perkembangan di lapangan dan siap menindaklanjuti jika ditemukan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). (J05/A01)










