Jurnalpantura.id, Kudus – Suasana Pasar Kliwon Kudus tampak berbeda dari biasanya pada Jumat, 24/10/2025. Sejak pagi, deretan kios sayur, kelontong, dan kuliner tradisional ramai dikunjungi ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anggota TNI.
Mereka tengah meramaikan pelaksanaan perdana Gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional. Gerakan ini digagas oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus Endah Sam’ami Intakoris.
Bupati Sam’ani Intakoris mengatakan, gerakan ini menjadi bentuk kepedulian ASN terhadap ekonomi rakyat. Kegiatan ini akan dilaksanakan setiap Jumat pertama setiap bulan, sebagai upaya menghidupkan kembali pasar tradisional.
“Ini instruksi kami agar seluruh ASN di lingkungan Pemkab Kudus ikut berbelanja di pasar tradisional. Dengan cara ini, pedagang kecil bisa kembali mendapatkan pembeli, dan ekonomi mereka kembali berputar,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar dijalankan di setiap instansi.
“Minimal belanja Rp50 ribu, tapi yang terpenting ASN hadir di pasar dan berinteraksi langsung dengan pedagang. Jenis barang yang dibeli bebas, sesuai kebutuhan masing-masing,” tambahnya.

Safaati (66), salah satu pedagang di Pasar Kliwon mengaku senang dan terharu karena pasar kembali ramai. Dagangannya pun banyak dibeli oleh para ASN. Berbeda dengan hari-hari biasanya yang sepi pembeli.
“Biasanya sepi, ini Alhamdulillah ramai, ada tadi sekitar 30 pembeli lebih, ini pun masih ramai. Kalau biasanya hanya sepuluh orang, sepi pasarnya,” kata Safaati.
Dagangan yang Ia jual, di antaranya ada cabai, bawang merah, bawang putih, gula merah, kacang dan bumbu dapur lainnya. Harga hari ini dinilai masih stabil, bawang merah dan bawang putih per kilonya Rp 40 ribu, sedangkan cabai merah Rp 45 ribu.
Rasa haru juga diungkapkan oleh Laili Pradita Sari (22), yang menjual rempah-rempah. Ia menjual jahe, kencur, kunyit, bumbu dapur kemas, gula dan tepung. Dagangannya banyak diborong oleh para pembeli dari kalangan ASN.
“Lebih ke terharu rasanya, karena ASN lebih peduli dengan membeli dagangan di pasar, biasanya kan sepi,” ujarnya.
Ia berharap, pasar bisa ramai terus dan ASN bisa datang ke pasar minimal seminggu sekali. Laili juga meminta agar pemerintah daerah lebih memerhatikan pedagang di pasar tradisional agar ekonomi terus bergeliat. (J05/A01)










