Jurnalpantura.id, Kudus – Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (HMPS BKPI) UIN Sunan Kudus menggelar Seminar Kesehatan Mental untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kesehatan psikologis di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Seminar bertajuk “Trend Kesehatan Mental Modern: Menavigasi Adiksi Siber dan Menumbuhkan Hardiness bagi Calon Konselor Profesional” tersebut berlangsung di Laboratorium Terpadu Lantai 5 UIN Sunan Kudus, Rabu 21/10/2026, dengan diikuti mahasiswa BKPI dan peserta dari kalangan umum.
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, S.Ked., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi penyelenggaraan seminar yang dinilai relevan dengan tantangan kesehatan mental masyarakat saat ini, khususnya generasi muda.
Menurutnya, kemajuan teknologi digital memang memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan, mulai dari tekanan ekspektasi sosial, banjir informasi, hingga kekerasan berbasis siber.
“Kondisi tersebut tentu harus kita sikapi secara bijak. Kita harus mampu memanfaatkan teknologi secara positif tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri,” ujarnya.
Bellinda menekankan, pemahaman mengenai kesehatan mental menjadi hal penting bagi mahasiswa BKPI yang nantinya akan berperan sebagai konselor dan mendampingi individu dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Ia menjelaskan, seorang calon konselor tidak cukup hanya menguasai teori dan keterampilan konseling. Mereka juga perlu memiliki ketangguhan mental, mampu mengenali kondisi diri, mengelola emosi, serta beradaptasi dengan perubahan dan menghadapi tekanan secara sehat.
“Seorang calon konselor tidak cukup hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan konseling, tetapi juga harus memiliki ketangguhan mental, mampu mengenali kondisi dirinya sendiri, mengelola emosi, beradaptasi dengan perubahan, dan menghadapi tekanan secara sehat dan bijaksana,” jelasnya.
Melalui seminar tersebut, Bellinda berharap para peserta dapat memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman mengenai cara menghadapi adiksi siber serta membangun hardiness atau ketangguhan psikologis sebagai bekal menjadi konselor profesional.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar, berdiskusi, dan bertukar pengalaman, sekaligus momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
“Mari kita belajar menyayangi diri sendiri, memahami batas kemampuan diri, dan menjadikan kesehatan mental sebagai prioritas diri,” pesannya.
Sementara itu, seminar menghadirkan Ningsih Fadhilah, M.Pd., dosen Bimbingan dan Konseling UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, sebagai pemateri utama. Ia membahas adiksi siber dan hardiness, dua aspek yang dinilai penting untuk dipahami mahasiswa, terutama mereka yang dipersiapkan menjadi konselor.
Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai tantangan kesehatan mental di era digital sekaligus pentingnya membangun ketangguhan psikologis agar calon konselor mampu mendampingi individu secara tepat.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu Ade Sucipto, M.Pd. Melalui diskusi tersebut, peserta mendapat kesempatan untuk memperdalam materi dan mengajukan pertanyaan terkait persoalan kesehatan mental yang berkembang di masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan pameran dan registrasi peserta, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UIN Sunan Kudus, serta sambutan dari Ketua HMPS BKPI Mixo Ardion Saputra, Ketua Program Studi BKPI Dr. Puspo Nugroho, M.Pd.I., dan Dekan Fakultas Tarbiyah Prof. Dr. Adri Efferi, M.Ag.
Setelah sesi utama, peserta mengikuti refleksi diri bersama pemateri dan moderator untuk meninjau pemahaman mengenai kesehatan mental, mengenali potensi diri, serta memperkuat ketangguhan dalam menghadapi tekanan hidup.
Suasana seminar semakin berwarna dengan penampilan drama musikal, tari emosional, dan pembacaan puisi. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.
Melalui seminar ini, HMPS BKPI UIN Sunan Kudus berharap kesadaran mengenai kesehatan mental semakin tumbuh di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Selain memperkuat pemahaman akademis, kegiatan ini juga menegaskan bahwa kesiapan menjadi konselor profesional perlu ditunjang kemampuan memahami diri, mengelola emosi, dan menghadapi persoalan manusia secara bijaksana. (J02/A01)










