Jurnalpantura.id, Kudus – Turnamen bulutangkis Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 siap bergulir di Djarum Arena 2, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah pada 20 hingga 25 Oktober 2026.
Ajang berlevel BWF World Tour Super 100 ini akan diikuti atlet dari 16 negara yang bersaing di lima nomor pertandingan, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Selain memperebutkan gelar juara, para peserta juga memburu poin BWF dengan total hadiah sebesar USD 120.000.
Ketua Panitia Pelaksana Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, Yuni Kartika, mengatakan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari komitmen PP PBSI dalam menghadirkan kompetisi internasional yang memberikan kesempatan bagi para atlet untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan daya saing, serta mengumpulkan poin BWF.
“Melalui Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, kami ingin menghadirkan kompetisi yang berkualitas sekaligus menjadi wadah bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dan bersaing di level internasional. Kami berharap turnamen ini dapat berlangsung dengan lancar, menghadirkan pertandingan-pertandingan menarik, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat Kudus. Kami juga mengajak masyarakat untuk hadir dan memberikan dukungan langsung kepada para atlet yang bertanding,” ujar Yuni.
Ketua PBSI Jawa Tengah, Akhmad Khafidz Basri Yusuf, berucap bahwa Kota Kudus memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bulutangkis Indonesia.
Penyelenggaraan turnamen ini dinilai memberi kesempatan bagi para atlet merasakan atmosfer kompetisi internasional, menguji kemampuan, serta mengumpulkan pengalaman dan poin penting dalam perjalanan karier mereka.
“Kota ini tidak hanya dikenal sebagai salah satu pusat pembinaan dan pengembangan talenta bulutangkis, tetapi juga telah melahirkan banyak pemain yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Kehadiran Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat tradisi tersebut. Kami berharap seluruh atlet yang bertanding mampu menampilkan kemampuan terbaik mereka dan mendapatkan pengalaman berharga sebagai bekal untuk lebih berkembang di level berikutnya,” ucap Basri.
Sementara itu, komitmen Polytron dalam mendukung penyelenggaraan turnamen ini selaras dengan perjalanan perusahaan yang telah tumbuh bersama masyarakat Kudus selama lebih dari setengah abad.
Public Relations Manager Polytron, Kenny Meigar, mengungkapkan, sebagai perusahaan yang lahir dan berkembang di Kudus, dukungan Polytron terhadap kompetisi bulutangkis level internasional sebagai bagian dari kontribusi untuk mendampingi atlet Indonesia guna meraih prestasi.
“Bagi Polytron, ajang ini bukan sekadar turnamen, melainkan wujud komitmen nyata untuk mengiringi perjuangan para atlet Tanah Air mengharumkan nama bangsa di panggung dunia. Kebanggaan ini bukan hanya milik para pemenang, tetapi juga seluruh masyarakat yang terus bergerak maju dan memberikan dukungan. Kami mengajak masyarakat untuk datang langsung ke Djarum Arena 2 Kaliputu untuk memberikan dukungan dan semangat bagi para atlet yang bertanding di Polytron Kudus Indonesia Masters 2026,” ujar Kenny.
Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 diprediksi akan diwarnai persaingan ketat berbagai sektor. Pada nomor tunggal putra kehadiran sejumlah pemain unggulan, di antaranya Wang Tzu Wei dari Chinese Taipei sebagai unggulan pertama, Dong Tian Yao dari China sebagai unggulan kedua, serta Zhu Xuan Chen dari China sebagai unggulan ketiga.
Indonesia juga menurunkan Muhammad Yusuf sebagai unggulan keempat, Anthony Sinisuka Ginting sebagai unggulan keenam, dan Prahdiska Bagas Shujiwo sebagai unggulan ketujuh.
Di sektor tunggal putri, Wong Ling Ching (Malaysia) menempati unggulan pertama, disusul Yeo Jia Min (Singapura) dan Huang Ching Ping (Chinese Taipei) sebagai unggulan kedua dan ketiga. Indonesia diwakili Thalita Ramadhani Wiryawan yang menempati unggulan keenam.
Pada nomor ganda putra, pasangan Chinese Taipei He Zhi-Wei/Huang Jui-Hsuan dan Lin Chia Yen/Lin Yong Sheng menjadi unggulan pertama dan kedua. Sementara itu, Indonesia menurunkan Patra Harapan Rindorindo/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan sebagai unggulan ke-11.
Di sektor ganda putri, pasangan China Liao Li Xi/Shen Shi Yao menjadi unggulan pertama. Wakil Indonesia Rinjani Kwinnara Nastine/Isyana Syahira Meida menempati unggulan ketiga.
Adapun nomor ganda campuran akan diramaikan pasangan China Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi sebagai unggulan pertama. Indonesia memiliki Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti yang menempati unggulan kedua serta Bimo Prasetyo/Arlya Nabilla Thesa Munggaran sebagai unggulan kelima. (J05/A01)










