Jurnalpantura.id, Kudus – Sistem pengawasan CCTV di kawasan Pasar Baru Kudus menjadi sorotan setelah sejumlah kamera mengalami gangguan.
Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus bahkan menemukan indikasi dugaan sabotase pada instalasi kabel CCTV yang terpasang di area pasar.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Agus Sumarsono, mengatakan kerusakan CCTV diketahui setelah pihaknya melakukan pengecekan menyusul laporan kehilangan perlengkapan dagang milik pedagang pasar.
“Ada beberapa CCTV yang mengalami gangguan, kemudian setelah dicek teknisi ditemukan kabel yang putus,” katanya.
Menurut Agus, total terdapat 31 titik CCTV yang dipasang untuk memantau aktivitas di Pasar Baru dan Pasar Rakyat. Namun, beberapa kamera tidak berfungsi normal karena kerusakan pada jaringan instalasi.
Awalnya, kerusakan tersebut diduga disebabkan faktor teknis maupun gangguan hewan seperti tikus. Akan tetapi, hasil pemeriksaan teknisi menunjukkan kondisi kabel yang terputus tampak tidak wajar.
“Informasi dari teknisi, kabelnya putus dengan kondisi rapi seperti digunting, bukan rusak karena dimakan tikus,” ujarnya.
Ia menyebut sedikitnya ada enam titik CCTV yang mengalami masalah. Selain kabel putus, beberapa kamera juga diketahui bergeser dari posisi semula sehingga pengawasan tidak berjalan maksimal.
Untuk menangani persoalan itu, Dinas Perdagangan telah memanggil teknisi guna melakukan perbaikan seluruh sistem CCTV yang rusak.
“Perbaikan sedang dilakukan supaya pengawasan di pasar bisa kembali optimal,” jelas Agus.
Gangguan CCTV tersebut mencuat setelah adanya laporan kehilangan perlengkapan timbangan milik pedagang. Pada Jumat lalu, seorang pedagang di Pasar Rakyat dilaporkan kehilangan timbangan.
Kemudian pada Senin, kejadian serupa kembali terjadi di Pasar Baru. Kali ini seorang pedagang kehilangan bandul timbangan yang biasa dipakai untuk aktivitas jual beli.
Selain mengandalkan CCTV, keamanan pasar juga dibantu petugas swadaya yang dibiayai para pedagang.
Sementara itu, ada 12 petugas, diantaranya bagian retribusi, admin dan kebersihan, dengan jam kerja pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB.
Dinas Perdagangan juga menempatkan dua petugas keamanan khusus di area blok beras dan blok ayam yang memiliki aktivitas perdagangan cukup padat.
Agus mengimbau para pedagang agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak hanya mengandalkan pengamanan dari pihak pasar.
“Pedagang kami harapkan tetap memiliki pengamanan mandiri di kios atau lapaknya masing-masing,” tandasnya.
Ia menambahkan, pengawasan dan penjagaan di kawasan pasar akan terus diperketat untuk mencegah kejadian kehilangan kembali terulang. (J02/A01)










