Jurnalpantura.id, Kudus – Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus tak lama lagi bakal tampil lebih modern dan berkilau! Pusat kota kebanggaan warga Kretek ini segera berdiri videotron baru super besar berukuran 5×10 meter di sebelah utara Masjid Agung Kudus.
Proyek ini bukan hanya soal estetika, tapi juga strategi jitu Pemerintah Kabupaten Kudus untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat digitalisasi reklame berkelas premium.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Djati Solechah, memastikan videotron anyar ini adalah investasi dari pihak swasta, yaitu PT Djarum.
“Ini akan menjadi videotron kedua di sisi utara alun-alun, melengkapi yang sudah ada milik CV Glagah Wangi di sisi timur,” kata Djati Solechah.
Kehadiran papan digital ini adalah bagian dari program digitalisasi reklame di pusat kota. Secara bertahap, papan reklame konvensional akan dibongkar, digantikan media digital yang lebih modern dan bernilai ekonomi tinggi.
“Karena lahan yang digunakan milik Pemkab, perusahaan swasta wajib menyewa dalam jangka waktu tertentu. Dari situ ada nilai investasi yang masuk ke kas daerah,” ujar Djati.
Selain dari sewa lahan, videotron ini adalah tambang emas baru bagi PAD Kudus lewat pajak reklame digital. Djati menegaskan, meskipun dikelola swasta, PT Djarum wajib membayar pajak reklame sesuai aturan, dan nilainya jauh melampaui papan konvensional.
Untuk reklame Konvensional, Ratusan ribu hingga Rp 3,2 juta. Sementara reklame Digital (Videotron), Mulai dari Rp 12,5 juta hingga Rp 15 juta.
Pajak reklame digital di kawasan premium seperti Alun-Alun bahkan bisa mencapai Rp 15 juta per meter persegi per tahun! Kenaikan drastis ini dipastikan akan memberi kontribusi signifikan pada kas daerah.
Hebatnya, proyek ini tak hanya berfokus pada ekonomi. Sekitar 10 persen slot tayang videotron juga akan dialokasikan untuk Pemda.
Layar raksasa ini bisa dimanfaatkan untuk menyiarkan pesan-pesan publik kepada masyarakat, mulai dari ucapan selamat pada momen penting (seperti Hari Pendidikan Nasional) hingga pengumuman vital lainnya.
“Selain meningkatkan PAD, videotron ini juga bisa dimanfaatkan pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat. Jadi ada manfaat ekonomi sekaligus manfaat sosial,” tutup Djati.
Dengan tampilan yang lebih futuristik dan potensi ekonomi yang besar, Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus siap bertransformasi menjadi ikon kota yang modern sekaligus pusat aktivitas ekonomi digital yang menjanjikan. (J02/A01)










