Jurnalpantura.id, Kudus – Peringatan puncak Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 di Kabupaten Kudus berlangsung meriah dengan digelarnya kegiatan nonton bareng film animasi Wakakibo Kids The Series yang diikuti oleh ratusan pelajar dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Kudus pada Sabtu pagi, 26 Juli 2025, ini menjadi salah satu agenda utama yang paling dinantikan para peserta.
Dengan mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat – Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan nonton bareng ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi bagi anak-anak.
Film animasi Wakakibo Kids The Series merupakan karya siswa-siswi SMK RUS Kudus yang sudah tayang di Mentari TV dan YouTube, dan bahkan meraih Silver Play Button berkat pencapaian audiens secara organik.
Plt. Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus, Satria Agus Himawan, S.STP., M., menyampaikan bahwa kegiatan nonton bareng ini merupakan puncak dari serangkaian agenda HAN yang telah dimulai sejak 23 Juli.
“Kita sudah adakan santunan anak yatim dan lomba tahfiz, juga mengajak sekolah-sekolah dari PAUD sampai SMA untuk mengisi peringatan dengan berbagai kegiatan positif, termasuk olahraga dan permainan tradisional,” ujarnya.
Selain pemutaran film, agenda di Pendopo juga mencakup seminar perlindungan anak, pelantikan Forum Anak Kabupaten Kudus, mewarnai karakter Wakakibo, TikTok challenge, Voice Over challenge, serta pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Kudus.
Tak ketinggalan, tersedia booth foto bersama maskot Waka Kibo dan berbagai doorprize menarik.
Ita Sembiring, produser sekaligus penulis Wakakibo Kids The Series dari RUSanimation, mengungkapkan bahwa tokoh-tokoh dalam serial ini mewakili berbagai wilayah di Indonesia, seperti Waka dari Kalimantan, Kibo dari Papua, Karika dari Dieng, Nisa dari Sumatera, dan Baja dari Labuan Bajo.
“Kami ingin menghadirkan pahlawan lokal yang bisa menjadi inspirasi anak-anak dengan pesan cinta lingkungan dan nilai kebersamaan,” terangnya.
Salah satu pelajar yang hadir, Muhammad Zaki Ramadhan, siswa kelas VIII SMP 2 Kudus, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini.
“Filmnya lucu tapi juga bikin mikir. Aku jadi ngerti pentingnya menjaga alam dan saling menghargai perbedaan,” katanya.
Dengan kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap dapat menumbuhkan kebanggaan anak-anak terhadap karya lokal sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk berekspresi, menyampaikan aspirasi, dan terus berkembang menjadi generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (J02/A01)










