Jurnalpantura.id, Kudus – Jalur Pantura Kudus Pati kembali memakan korban pada Rabu 08/04/2026 pagi. Sepasang suami istri (pasutri) lanjut usia asal Kabupaten Rembang dilaporkan meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Kudus–Pati, Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kudus.
Peristiwa memilukan yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB ini merenggut nyawa TRIS (69) dan istrinya SWR (64). Keduanya yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian setelah terlindas ban truk.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kudus Ipda Moh Ja’far menyampaikan kronologi bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda Revo dari arah barat ke timur (Kudus-Pati) pada pukul 08.00 WIB.
Saat melaju, sepeda motor yang dikemudikan TRIS berusaha mendahului kendaraan dari sebelah kiri melalui bahu jalan.
Saat kembali ke badan jalan, sepeda motor dengan nomor polisi K-39XX-JG tiba-tiba oleng karena naik ke aspal sehingga terpeleset dan membuat pengendara dan penumpang jatuh ke arah kanan.
Nahas, pada saat bersamaan melaju truk dump Mitsubishi di jalur yang sama. Kedua korban kemudian tertabrak bagian bak kiri truk dan terlindas ban belakang sebelah kiri kendaraan tersebut.
“Korban jatuh dan mengenai bak kiri truk dump sehingga membuat korban terlindas ban truk,” ujar Ipda Ja’far dikonfirmasi.
Akibatnya, kedua korban terlindas oleh truk Dump Mitsubishi dengan nomor polisi B-97XX-PS sehingga meninggal dunia di tempat kejadian perkara.
“Korban mengalami luka-luka dan meninggal dunia di TKP,” kata dia.
Atas kejadian itu, petugas kepolisian langsung mengamankan lokasi kejadian. Sementara jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RS Nurussyifa Jekulo Kudus untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama saat mendahului kendaraan dan tidak menggunakan jalur kiri dan bahu jalan guna menghindari kecelakaan serupa.
”Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendahului kendaraan dari sebelah kiri, apalagi menggunakan bahu jalan. Tekstur bahu jalan yang seringkali tidak rata sangat berisiko membuat kendaraan tidak stabil dan memicu kecelakaan fatal,” pungkasnya. (J02/A01)










