Tempat Sudah Dipilih, Dinsos Kudus Segera Persiapkan Rumah Aman

- Jurnalis

Rabu, 18 Oktober 2023 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinsos P2P3KB Kudus, Agung Karyanto menunjukkan tempat yang akan menjadi Rumah Aman. (Foto:J05)

Kepala Dinsos P2P3KB Kudus, Agung Karyanto menunjukkan tempat yang akan menjadi Rumah Aman. (Foto:J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P2P3KB) Kabupaten Kudus telah memilih tempat untuk nantinya dijadikan sebagai Rumah Aman atau Shelter.

Rumah Aman ini akan menjadi tempat singgah bagi perempuan dan anak korban kekerasan. Lokasinya sendiri berada tepat di sebelah barat Gedung Dinsos P2P3KB Kudus dan masih dalam satu lingkup pagar. Ruangannya berada di lantai dua. Rencana memuat kapasitas empat orang

“Nanti kita buat menjadi empat kamar, dua kamar untuk laki-laki dan dua kamar untuk perempuan,” ujar Dinasos P2P3KB) Kabupaten Kudus, Agung Karyanto, Rabu (18/10/2023).

Saat ini, lanjut Agung, kondisi ruangannya masih dalam keadaan kosong dan belum terisi oleh fasilitas apapun. Nantinya, ruang tersebut akan difasilitasi dengan tempat tidur, lemari, televisi hingga layanan wifi.

“Selain fasilitas fisik untuk ngisi kamar, nanti juga ada psikolognya dan terapis lainnya untuk menghilangkan trauma yang dialaminya,” katanya.

Baca Juga :  Puluhan Warga Kudus Diproyeksikan Terima Bantuan Usaha Rp 5 Juta dari Kemensos

Pihaknya menyebut, Rumah Aman ini nantinya akam dijaga selama 24 jam. Alasan pemilihan gedung itu pun juga dipertimbangkan dengan mudahnya akses pemantauan oleh dinas terkait. Sehingga, korban bisa merasa aman.

“Setiap hari bisa ketemu kita dan akan dijaga 24 jam,” tandasnya.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Dinsos P3AP2KB Kudus, Any Willianti menambahkab, hingga September 2023, ada 15 kasus kekerasan pada anak yang terlapor.

“Kasus terbanyak bullying, rata-rata terjadi di sekolah,” katanya.

Menurutnya, sejumlah kasus yang terjadi tersebut sudah tertangani semua. Kasus tersebut ditemukan dan dapat tertangani berdasarkan aduan langsung yang dilakukan oleh masyarakt ke Dinas Sosial.

“Ada yang bersangkutan langsung yang mengadu, ada juga temannya yang mengadukan ke dinsos. Sekarang bisa dipermudah lagi karena sudah ada nomor pengaduan,” tuturnya. (J05/A01)

Berita Terkait

Kudus Mulai Terapkan Sistem Bansos Berbasis AI, Data Penerima Disisir Lebih Akurat
Bantu Warga di Tengah Ekonomi Sulit, Lindu Aji Kudus Bagikan 300 Paket Sembako
Kodim 0722 Kudus Kirim 5.000 Liter Air Bersih untuk 1.091 Warga Glagahwaru
Jaleca Sancaya Sediakan 500 Paket Sembako Murah, Warga Cukup Tebus Rp 47.700
RSU Kumala Siwi Serahkan Ambulans ke Desa Banget, Warga Bisa Manfaatkan 24 Jam dan Gratis
PERSADAKU Distribusikan Air Bersih ke Sejumlah Desa Terdampak Kekeringan di Kudus
Kado HUT ke-477 Kudus, 164 Warga Terima Rumah Layak Huni dari Djarum dan Polytron 
Lewat Charity Match, Sang Surya FC dan Lazismu Kudus Galang Bantuan untuk Warga
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Kudus Mulai Terapkan Sistem Bansos Berbasis AI, Data Penerima Disisir Lebih Akurat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Bantu Warga di Tengah Ekonomi Sulit, Lindu Aji Kudus Bagikan 300 Paket Sembako

Selasa, 29 September 2026 - 18:43 WIB

Kodim 0722 Kudus Kirim 5.000 Liter Air Bersih untuk 1.091 Warga Glagahwaru

Minggu, 27 September 2026 - 11:11 WIB

Jaleca Sancaya Sediakan 500 Paket Sembako Murah, Warga Cukup Tebus Rp 47.700

Selasa, 22 September 2026 - 14:10 WIB

RSU Kumala Siwi Serahkan Ambulans ke Desa Banget, Warga Bisa Manfaatkan 24 Jam dan Gratis

Berita Terbaru