Jurnalpantura.id, Kudus – PT Djarum mulai mempekerjakan tenaga kerja laki-laki di bagian produksi rokok kretek. Di wilayah Kabupaten Kudus, para pekerja laki-laki tersebut ditempatkan di bagian tangkis atau proses pengemasan rokok.
Manager Produksi PT Djarum, Chanif, mengatakan perekrutan pekerja laki-laki untuk tenaga borong telah dilakukan sejak sekitar setahun lalu. Perekrutan tersebut tidak hanya dilakukan di Kudus, tetapi juga di beberapa wilayah lainnya sesuai kebutuhan produksi.
Ia menjelaskan, di Kudus para pekerja laki-laki bertugas di bagian tangkis, sedangkan untuk bagian giling ditempatkan di luar kota, khususnya di wilayah Solo Raya. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari penyesuaian kebutuhan tenaga kerja di lini produksi perusahaan.
Menurut Chanif, perekrutan tenaga kerja laki-laki dilakukan setelah perusahaan mulai mengalami kesulitan mendapatkan pekerja perempuan. Selain itu, beberapa bagian produksi juga dinilai membutuhkan tenaga laki-laki untuk mendukung proses kerja.
“Saat ini tercatat lebih dari 500 pekerja laki-laki telah terlibat dalam pekerjaan produksi borong. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena perusahaan masih membutuhkan tambahan tenaga kerja untuk mendukung proses produksi,” terangnya.
Chanif menambahkan, tidak menutup kemungkinan pekerja laki-laki nantinya akan ditempatkan di bagian lain selain tangkis di Kudus maupun bagian giling di Solo Raya. Penempatan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan produksi dan perkembangan jenis produk perusahaan.
Saat ini proses produksi rokok kretek di perusahaan meliputi beberapa tahapan, di antaranya giling, lintang, dan tangkis atau pengemasan. Untuk wilayah Solo Raya sendiri, sekitar 100 pekerja laki-laki telah ditempatkan di bagian giling dan masih dalam tahap evaluasi.
“PT Djarum juga masih membuka kesempatan kerja bagi tenaga borong atau harian dengan kebutuhan sekitar 1.000 hingga 2.000 pekerja tambahan di wilayah Kudus,” tukasnya. (J05/A01)










