Jurnalpantura.id, Kudus – Usaha hampers ecoprint milik Nunung Nur Hamimah, warga Desa Jati Kulo, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, mengalami kenaikan penjualan yang cukup signifikan selama Ramadan tahun ini.
Melalui brand Jati Semi Ecoprint, produk hampers bernuansa alami tersebut semakin diminati masyarakat.
Lonjakan permintaan terjadi setelah pihaknya membuka layanan custom hampers, sehingga pelanggan dapat menyesuaikan isi dan desain sesuai kebutuhan.
Konsep personalisasi ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama untuk kebutuhan berbagi hadiah saat Ramadan.
Imah, sapaan akrab Nunung Nur Hamimah, mengungkapkan bahwa berbeda dengan hari biasa yang lebih didominasi penjualan kain ecoprint, selama Ramadan justru produk hampers yang paling ramai diminati.
“Konsumen banyak mencari paket hadiah bernuansa Islami dan ramah lingkungan untuk dibagikan kepada keluarga maupun relasi,” tuturnya.
Beberapa produk yang paling laris di antaranya sajadah travel, mukena custom, tempat tisu, serta songkok.
Selain itu, tersedia pula pilihan sarung, kain sutra, jilbab, hingga pashmina berbahan ecoprint dengan motif alami khas dedaunan yang menjadi ciri utama produknya.
Harga hampers yang ditawarkan cukup variatif, mulai dari Rp 240 ribu hingga Rp 3 jutaan, tergantung isi dan jenis produk. Untuk paket sekitar Rp 300 ribuan, biasanya berisi sajadah travel, gelas, tempat tisu, dan tambahan songkok.
“Sementara paket premium bisa memuat sarung atau kain sutra eksklusif,” bebernya.
Menariknya, pembeli tidak hanya berasal dari Kudus. Untuk wilayah lokal, pesanan datang dari Semarang, Jepara, Banjarnegara, hingga Jombang. Bahkan, sejumlah pesanan pashmina ecoprint juga dikirim ke luar negeri seperti Taiwan dan Malaysia.
“Khusus pembeli dari Semarang, rata-rata memesan dalam bentuk bahan jadi,” imbuhnya.
Dalam proses produksinya, ecoprint tidak dibuat secara instan. Tahapan dimulai dari proses scouring atau pembersihan kain dari sisa kapur dan bahan kimia pabrik, dilanjutkan mordanting sebagai proses pemberian zat pengikat warna yang krusial dan memiliki resep berbeda tiap perajin.
Daun kemudian ditata sesuai teknik dan motif, kain digulung, lalu dikukus sekitar dua jam hingga tercetak sempurna.
Usaha yang dirintis sejak 2021 ini terus berkembang, dan menjelang Idul Fitri pesanan khusus hampers tercatat sudah mencapai sekitar 30 paket. Imah optimistis permintaan akan terus bertambah hingga mendekati Lebaran. (J05/A01)










