Jurnalpantura.id, Kudus – Komplek Makam Sunan Kudus yang berada di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, mengalami peningkatan jumlah peziarah di momentum Tahun Baru Islam 1446 Hijriyah.
Pantauan di lokasi pada Kamis, 11/07/2024, pintu masuk Makam Sunan Kudus nampak penuh dengan peziarah yang mengantre untuk masuk.
Humas Yayasan Masjid, Makam dan Menara Sunan Kudus (YM3SK), Denny Nur Hakim menyebut bahwa kepadatan peziarah sudah terjadi sejak 1 Muharam atau pada 7 Juli 2024 kemarin.
Lonjakan jumlah peziarah di momen Buka Luwur Sunan Kudus ini pun bahkan meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat di banding hari-hari biasanya. Pada hari biasa ada sekira 2-3 ribu peziarah.
“Kalau untuk jumlah peningkatan berapa kita belum hitung secara pastinya, tapi ada peningkatan dua sampai tiga kali lipat dibanding hari biasanya yang sekitar 2 ribu sampai 3 ribu peziarah,” ujarnya.
Untuk kenyamanan para peziarah, pohaknya pun memberlakukan pengaturan dan pembatasan peziarah yang masuk. Hal ini juga dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan.
“Biar peziarah nyaman dan tidak mengganggu jalan, karena memang membludak,” tuturnya.
Saat ini, kondisi Makam Sunan Kudus pun telah dibuka tanpa berselimut luwur atau kelambu putih. Luwur tersebut sudah dilepas pada tanggal 1 Muharam atau 7 Juli 2024 kemarin.
Luwur lama yang telah dilepas tersebut nantinya akan diganti dengan yang baru. Pembuatan luwur baru sendiri akan mulai dilakukan pada tanggal 6 Muharam atau 12 Juli 2024.
“Karena luwurnya nanti bagiannya kan sangat banyak, seperti langitan, wiron dan lainnya. Itu kalau sudah selesai (pembuatan) langsung dipasang. Untuk puncaknya nanti 10 Muharam,” tukasnya. (J05/A01)










