Pedagang PKL CFD Kudus Dapat Pembekalan Tata Boga Selama Tiga Hari

- Jurnalis

Selasa, 26 Agustus 2025 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana PKL CFD saat mengikuti pelatihan yang bertempat di kantor BLK Kudus. (Foto: JP)

Suasana PKL CFD saat mengikuti pelatihan yang bertempat di kantor BLK Kudus. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus — Sebanyak 96 pedagang kaki lima (PKL) Car Free Day (CFD) Kudus mendapatkan pembekalan tata boga melalui pelatihan khusus yang digelar selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Agustus 2025.

Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan keterampilan kuliner sekaligus mendorong inovasi menu bagi para pedagang CFD.

Ketua Paguyuban PKL CFD Kudus, Yanuar Hilmi, menjelaskan pelatihan ini merupakan inisiatif paguyuban dengan dukungan Dinas Koperasi dan UKM, PLK, serta sejumlah sponsor.

“Peserta mayoritas PKL CFD, total ada 96 orang. Karena antusiasme tinggi, peserta dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing 32 orang setiap harinya. Harapannya ilmu yang didapat bisa langsung dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha,” ungkapnya.

Pelatihan menghadirkan Chef Veronica Julia Ratnasari sebagai instruktur. Ia menyebutkan, menu yang dipilih adalah hidangan praktis sekaligus sedang tren di masyarakat.

“Di hari pertama ada odeng dan ichigo daifuku, hari kedua tiramisu sodok dan sate merah, lalu hari ketiga peserta belajar membuat yakitori dan cake comel. Semua dipilih agar pedagang bisa menghadirkan menu kekinian tanpa perlu modal besar,” jelas Veronica.

Baca Juga :  Education Fair, Alumni SMA 1 Kudus Hadir Kenalkan Kultur Kampus ke Siswa

Menurutnya, metode pelatihan dilakukan dengan praktik langsung berdurasi sekitar dua jam.

“Harapan saya, ibu-ibu PKL bisa langsung action, tidak sekadar menyimpan resep. Ke depan bisa ada demo masak di alun-alun agar hasil pelatihan bisa ditampilkan kepada masyarakat,” tambahnya.

Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, yang membuka kegiatan menekankan pentingnya peningkatan mutu dan kualitas produk kuliner PKL.

“Pelatihan ini jangan hanya formalitas, tapi benar-benar diterapkan. Produk kuliner PKL harus sehat, layak konsumsi, dan bisa meningkatkan daya saing. Pemerintah juga mendorong para pedagang melengkapi legalitas usaha, termasuk PIRT dan sertifikasi halal,” tegasnya. (J02/A01)

Berita Terkait

Lentog Tanjung Tetap Jadi Primadona Sarapan Khas Kudus, Istri Bupati Kenang Cita Rasa Legendaris
Pemilik Kongkow, Berharap Ada Tambahan Rambu Lalu Lintas di Kawasan Wisata Kedumulyo
Usung Konsep Food Truck, Kongkow Jadi Tempat Nongkrong Favorit di Kedumulyo
Nikmatnya Semur Kutuk Khas Hadipolo Kudus, Kuliner Lawas yang Terus Bertahan
BGN Hentikan Sementara Operasional 15 SPPG di Kudus karena Masalah IPAL
Inovasi SMKN 3 Kudus, Lentog Tanjung Dikemas Kaleng dan Tahan Setahun
BRI BO Demak Tingkatkan Kompetensi Satpam Melalui Pendidikan UC50 untuk Perkuat Pelayanan Prima dan Mitigasi Risiko Keamanan
Gapit Buatan Warga Binaan Rutan Kudus Laris Manis Selama Ramadan
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:55 WIB

Lentog Tanjung Tetap Jadi Primadona Sarapan Khas Kudus, Istri Bupati Kenang Cita Rasa Legendaris

Senin, 22 Juni 2026 - 20:26 WIB

Pemilik Kongkow, Berharap Ada Tambahan Rambu Lalu Lintas di Kawasan Wisata Kedumulyo

Senin, 22 Juni 2026 - 19:53 WIB

Usung Konsep Food Truck, Kongkow Jadi Tempat Nongkrong Favorit di Kedumulyo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:56 WIB

Nikmatnya Semur Kutuk Khas Hadipolo Kudus, Kuliner Lawas yang Terus Bertahan

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:43 WIB

BGN Hentikan Sementara Operasional 15 SPPG di Kudus karena Masalah IPAL

Berita Terbaru