PDAM Kudus Siapkan Air Minum Kemasan “SEHA+”, Angkat Kualitas Air Pegunungan Muria

- Jurnalis

Selasa, 5 Agustus 2025 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Perumda Tirta Muria, Winarno, menunjukkan design merek

Direktur Utama Perumda Tirta Muria, Winarno, menunjukkan design merek "SEHA+" yang akan menjadi produk air minum dalam kemasan lokal Kudus. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau Perumda Tirta Muria Kabupaten Kudus tengah mempersiapkan produk air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merek “SEHA+”.

Produk ini mengambil sumber air dari Pegunungan Muria yang dikenal memiliki kualitas air yang sangat baik. Merek “SEHA+” merupakan inisiasi langsung dari Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, yang juga turut merancang desain merek.

Direktur Utama Perumda Tirta Muria, Winarno, menjelaskan bahwa pengurusan hak merek sudah hampir rampung.

“Untuk pengurusan merek sudah selesai, ini kita menunggu masa sanggahan apabila nanti ada yang punya nama merek yang sama,” ujarnya pada Selasa, 5/8/2025.

Setelah masa sanggah berakhir, langkah berikutnya adalah mengurus sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama.

Dalam proses produksinya, air kemasan “SEHA+” akan dikemas melalui kerja sama dengan PDAM Tirta Gemilang Kabupaten Magelang.

Sistem produksi yang digunakan adalah sistem maklor, yaitu penambahan klorin atau kaporit pada air bersih, dengan tetap mengacu pada standar keamanan dan kualitas.

Baca Juga :  Sukun U17 League: Gol Ganda Dhova Antarkan PS Porma Menang 2-0 Lawan Putra GM

“Karena kita modelnya kerjasama dengan Magelang, jadi untuk SNI dan BPOM sudah dari Magelang, kita tinggal mengurus untuk halal,” kata Winarno.

Air Pegunungan Muria dipilih sebagai bahan baku utama karena kandungan mineralnya yang alami dan terbukti baik bagi kesehatan.

Winarno optimis, “SEHA+” dapat menjadi salah satu produk lokal unggulan dari Kudus yang mampu bersaing di pasar nasional. Selain mendukung gaya hidup sehat, produk ini juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Meski proses sertifikasi halal diperkirakan memakan waktu cukup panjang, Winarno tetap berharap peluncuran produk dapat dilakukan paling lambat tahun depan.

“Harapannya bisa me-lounching secepatnya, tapi pengurusan sertifikasi halal juga akan panjang, jadinya diharapkan tahun depan bisa launching,” jelasnya. (J05/A01)

Berita Terkait

Selembar Kertas, Segudang Imajinasi: Cara Anak Muda Kudus Meredakan Penat
Delapan Bayi Lahir di Hari Kemerdekaan, Jadi Kado Istimewa HUT ke-81 RI di Kudus
Animasi Sai dan Uti Jadi Media Edukasi Sejarah, Wabup Bellinda Isi Suara Karakter Uti
Benang Lama Cerita Baru, Warga Kudus Diajak Sulap Kain Perca Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Pelaku UMKM di Kudus Buktikan Sampah Bisa Menjadi Sumber Penghasilan
Kelas Kreatif di Perpusda Kudus, Kawat Bulu Disulap Jadi Bunga Lily
Kudus Satu-satunya di Eks Karesiden Pati yang Aktifkan Komunitas Perempuan Berkebaya, Pesan Endhah Endhayani di Hari Kartini
Penjualan Janur di Depan Pasar Bitingan Kudus Jelang Lebaran Ketupat Laris Manis
Berita ini 188 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:31 WIB

Selembar Kertas, Segudang Imajinasi: Cara Anak Muda Kudus Meredakan Penat

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:57 WIB

Delapan Bayi Lahir di Hari Kemerdekaan, Jadi Kado Istimewa HUT ke-81 RI di Kudus

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:02 WIB

Animasi Sai dan Uti Jadi Media Edukasi Sejarah, Wabup Bellinda Isi Suara Karakter Uti

Senin, 22 Juni 2026 - 11:13 WIB

Benang Lama Cerita Baru, Warga Kudus Diajak Sulap Kain Perca Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:35 WIB

Pelaku UMKM di Kudus Buktikan Sampah Bisa Menjadi Sumber Penghasilan

Berita Terbaru