Pedagang Pasar Kliwon Gelar Pawai, Suarakan Keprihatinan di Tengah Lesunya Pasar Tradisional

- Jurnalis

Senin, 18 Agustus 2025 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pawai Pedagang Pasar Kliwon dalam momentum HUT ke-80 RI, sebagai bentuk keprihatinan lesunya geliat ekonomi di pasar tradisional. (Foto: JP)

Pawai Pedagang Pasar Kliwon dalam momentum HUT ke-80 RI, sebagai bentuk keprihatinan lesunya geliat ekonomi di pasar tradisional. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus — Suasana berbeda tampak di kawasan Pasar Kliwon, Kudus pada Minggu (18/8/2025). Ratusan pedagang dari Blok D lantai 1 Timur, yang mayoritas menjual pakaian jadi, menggelar pawai keliling area pasar.

Selain sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, aksi ini juga menjadi cara mereka menyuarakan keresahan atas merosotnya omzet akibat persaingan dengan platform belanja online dan media sosial.

Menurut Ketua Panitia, Setio Budi, pawai ini bukan sekadar hiburan atau seremoni tahunan, melainkan upaya kolektif para pedagang untuk kembali menarik perhatian masyarakat terhadap keberadaan pasar tradisional.

“Kami ingin masyarakat tahu kalau Pasar Kliwon masih ada, masih lengkap, dan perlu didukung. Ini bukan cuma selebrasi, tapi juga promosi sekaligus ungkapan hati kami,” ujarnya.

Rute pawai dimulai dari Blok Makmur Jaya, berlanjut ke Jalan Tengah, masuk ke Blok A, melewati Jalan Cidera Susiyanto, hingga kembali ke area Blok G bagian timur.

Para peserta, yang berjumlah sekitar 70–100 pedagang, turut membawa serta contoh dagangan mereka, mulai dari celana kolor, daster, hingga baju rumahan lainnya.

Setio menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kondisi pasar semakin lesu. Banyak pedagang mengeluh karena omzet menurun drastis, bahkan hingga 50 persen.

Baca Juga :  Manfaatkan Pekarangan Sempit, Warga Wergu Wetan Ciptakan Kebun Keluarga Produktif

“Dulu pakaian bisa laku ribuan potong dalam setahun, sekarang jauh sekali. Orang lebih suka belanja online. Ini yang bikin kami prihatin,” ungkapnya.

Meski sebagian pedagang muda sudah mulai berjualan secara daring, mayoritas pedagang senior kesulitan menyesuaikan diri dengan tren digital karena keterbatasan usia dan keterampilan.

Oleh karena itu, promosi langsung seperti pawai ini dinilai lebih relevan dan mudah dijalankan. Selain sebagai ajang promosi dan penyampaian aspirasi, pawai ini juga ditujukan sebagai pengingat bagi pemerintah.

“Kami berharap pemerintah bisa hadir dan memberi perhatian lebih kepada pasar tradisional. Jangan sampai pasar sebesar Kliwon malah tenggelam di tengah gempuran online,” tutur Setio.

Salah satu pedagang, Sukini (55), pemilik kios Okky Jaya, mengaku penghasilannya menurun hingga 70 persen sejak marketplace berkembang pesat. Ia berharap Pasar Kliwon kembali ramai seperti dulu.

“Kami rindu suasana ramai pembeli seperti zaman sebelum online. Semoga kegiatan ini bisa jadi titik balik,” harapnya. (J05/A01)

Berita Terkait

Selembar Kertas, Segudang Imajinasi: Cara Anak Muda Kudus Meredakan Penat
Delapan Bayi Lahir di Hari Kemerdekaan, Jadi Kado Istimewa HUT ke-81 RI di Kudus
Animasi Sai dan Uti Jadi Media Edukasi Sejarah, Wabup Bellinda Isi Suara Karakter Uti
Benang Lama Cerita Baru, Warga Kudus Diajak Sulap Kain Perca Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Pelaku UMKM di Kudus Buktikan Sampah Bisa Menjadi Sumber Penghasilan
Kelas Kreatif di Perpusda Kudus, Kawat Bulu Disulap Jadi Bunga Lily
Kudus Satu-satunya di Eks Karesiden Pati yang Aktifkan Komunitas Perempuan Berkebaya, Pesan Endhah Endhayani di Hari Kartini
Penjualan Janur di Depan Pasar Bitingan Kudus Jelang Lebaran Ketupat Laris Manis
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:31 WIB

Selembar Kertas, Segudang Imajinasi: Cara Anak Muda Kudus Meredakan Penat

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:57 WIB

Delapan Bayi Lahir di Hari Kemerdekaan, Jadi Kado Istimewa HUT ke-81 RI di Kudus

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:02 WIB

Animasi Sai dan Uti Jadi Media Edukasi Sejarah, Wabup Bellinda Isi Suara Karakter Uti

Senin, 22 Juni 2026 - 11:13 WIB

Benang Lama Cerita Baru, Warga Kudus Diajak Sulap Kain Perca Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:35 WIB

Pelaku UMKM di Kudus Buktikan Sampah Bisa Menjadi Sumber Penghasilan

Berita Terbaru