Jurnalpantura.id, Kudus — Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muria Kudus di Desa Berugenjang menginisiasi program pembuatan lubang biopori pada Senin, 11/8/2025.
Program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KKN yang bertujuan memberikan solusi atas permasalahan lingkungan yang selama ini dihadapi oleh warga desa, khususnya dalam pengelolaan tanah dan limbah organik rumah tangga.
Lubang biopori merupakan salah satu teknologi tepat guna yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan daya serap air tanah. Melalui metode ini, air hujan yang biasanya menyebabkan genangan atau bahkan banjir dapat diserap dengan lebih optimal ke dalam tanah.
Di samping itu, biopori juga berkontribusi besar terhadap konservasi air tanah dengan mengisi ulang cadangan air di bawah permukaan.
Ketua Tim KKN Desa Berugenjang, Muhammad Fahrurozi, menjelaskan bahwa kegiatan ini di latar belakangi oleh kondisi geografis desa yang rentan terhadap genangan air, terutama di area persawahan.
“Selama ini, banyak lahan pertanian di sini tidak bisa digarap saat musim hujan karena air menggenang terlalu lama. Dengan adanya lubang biopori, kami berharap masalah ini bisa sedikit demi sedikit teratasi,” ujarnya.
Tidak hanya berfungsi sebagai saluran resapan air, lubang biopori juga dapat diisi dengan sampah organik seperti sisa makanan, daun-daunan, serta limbah dapur lainnya.
Sampah-sampah ini kemudian akan mengalami proses dekomposisi alami oleh mikroorganisme di dalam tanah dan menghasilkan kompos yang kaya nutrisi. Kompos tersebut dapat dimanfaatkan kembali oleh warga untuk menyuburkan tanah di pekarangan atau lahan pertanian mereka.
Selain kegiatan praktik pembuatan lubang biopori, Tim KKN juga mengadakan sesi penyuluhan kepada warga mengenai cara pengelolaan tanah di desa Berugenjang dengan mendatangkan narasumber Syaiful Anwar S.P., M.Sc. selaku dosen Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN Desa Berugenjang tidak hanya memberikan solusi praktis terhadap masalah lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya gaya hidup ramah lingkungan di tengah masyarakat pedesaan. (J05/A01)










