Jurnalpantura.id, Kudus – Dalam rangka mensukseskan Program Unggulan dari kampus yaitu Moderasi Beragama, kali ini Kelompok 009 KKN-IKMB IAIN Kudus 2023 mengadakan Forum Group Discussion (FGD) bersama Sedulur Samin di desa Karangtalun.
Dalam kesempatan emas kali ini, kelompok 009 mendatangkan 2 narasumber yang sangat kompeten dalam bidangnya yaitu, Mbah Poso selaku Kepala Paguyuban Sedulur Sikep Samin Tunggal Roso dan Muhammad Maulana Ikrom, Lc dari Mahasiswa Sudan serta Muhammad Alfan Naim sebagai moderator. Dan dihadiri Kepala Desa Karangtalun serta staffnya, Karang Taruna, serta kelompok desa sebelah dengan jumlah 30 orang.
Diskusi ini mengangkat tema “Menyatukan Kepercayaan Masyarakat dalam Peradaban Suku Samin di Desa Karangtalun”. Tema ini dipertimbangkan dengan sangat matang, mengingat kita sebagai pendatang belum tahu apapun dari Suku Samin sendiri sebagai suku khas di Kabupaten Blora. Serta mendatangkan salah satu mahasiswa pilihan agar terciptanya korelasi antar ajaran Budaya dan Akademisi yang sudah kita kenal sebelumnya.
Mbah Poso selaku Pemangku Adat menjelaskan betapa pentingnya ikatan persaudaraan antar sesama ciptaan-Nya. Menurut beliau, semua yang ada di alam semesta ini adalah saudara. Angin, bumi, langit dan seisinya adalah saudara. Jadi seharusnya kita sebagai generasi penerus bangsa mempunyai tugas yang besar untuk menjalin tali persaudaraan antar sesama ciptaan-Nya. Mbah Poso juga menjelaskan tentang jalan kedekatan seorang hamba (kawulo) kepada Sang Pencipta (Gusti kang Aryo Jagat) banyaklah cara, tinggal bagaimana kita memandang dari sudut pandang yang mana yang penting niat dan tujuan kita sama.
Mas Ikrom selaku mahasiswa pilihan memberikan argumen yang sangat bagus sekali tentang kedudukan seorang yang baik dalam menjalankan perintah-Nya sebagai seorang hamba. Beliau menggunakan argumen dari beberapa kitab untuk dijadikan rujukan referensi agar terciptanya korelasi dan kolaborasi antara budaya dan agama. Sejarah masuknya Islam di Nusantara pada zaman dahulu juga di paparkannya guna menostalgia sejarah masuknya Islam di Nusantara itu salah satunya dengan budaya.
Diskusi demi diskusi berjalan lancar, aktif, hidup dan saling bertukar pikiran. Banyak yang bertanya lebih jauh tentang keberadaan Suku Samin di Kabupaten Blora. Banyak yang mengira bahwa Suku Samin adalah suatu kepercayaan baru, tetapi Mbah Poso menjelaskan,
“Samin bukanlah suatu agama, tapi suatu budaya dari zaman penjajahan Belanda dulu. Yang berasal dari bahasa Jawa ‘sami-sami’ atau ‘podo-podo’. Aslinya kita semua itu Samin, tinggal bagaimana orang memandang itu dari sudut pandang yang mana,” katanya.
Akhir sesi, Mbah Poso menyampaikan pesan yang membangun buat kita semua.
“Kita semua hidup di alam semesta ini adalah saudara, maka kedepankanlah kebutuhanmu daripada keinginanmu. Saling tolong menolong antar ciptaan-Nya untuk menjadikan guyup rukun antar manusia,” ujarnya. (J05/A01)










