Berawal dari Hobi Modifikasi Motor, Anton Sukses Kembangkan Bozz Tromol hingga Punya 26 Karyawan

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usaha onderdil dan produksi komponen sepeda motor bernama Bozz Tromol (Foto:Istimewa)

Usaha onderdil dan produksi komponen sepeda motor bernama Bozz Tromol (Foto:Istimewa)

Jurnalpantura.id, Demak – Berawal dari hobi memodifikasi sepeda motor, Anton Tugino berhasil mengembangkan usaha onderdil dan produksi komponen sepeda motor bernama Bozz Tromol.

Dirintis dari bengkel kecil di rumah pada 2021, usaha yang berlokasi di Kedondong, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tersebut kini berkembang pesat dengan mempekerjakan 26 karyawan dan menjangkau pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia.

Perjalanan usaha Anton bermula dari modal pribadi sekitar Rp10 juta. Berbekal ketertarikan terhadap dunia otomotif, ia melihat peluang bisnis dari kebutuhan onderdil sepeda motor, terutama komponen untuk motor Ninja, CB, dan RX King yang memiliki segmen pasar tersendiri.

Untuk mengembangkan bisnisnya, Anton memperoleh dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI Unit Trengguli pada 2021 sebesar Rp50 juta. Seiring meningkatnya skala usaha, fasilitas KUR yang diterimanya kini telah mencapai Rp250 juta.

Pembiayaan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus mendukung kebutuhan operasional agar mampu memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang.

“Awalnya usaha ini hanya bengkel kecil di rumah. Saya memulai dengan modal sendiri sekitar Rp10 juta, kemudian mendapat dukungan KUR BRI sebesar Rp50 juta. Alhamdulillah, usaha terus berkembang dan sekarang fasilitas KUR yang saya terima sudah mencapai Rp250 juta. Karyawan yang awalnya hanya tiga orang, sekarang sudah menjadi 26 orang,” ujar Anton.

Pertumbuhan Bozz Tromol juga terlihat dari perkembangan fasilitas usahanya. Dari yang semula beroperasi di rumah, Anton kini telah memiliki toko atau ruko dua lantai di kawasan Kedondong, Demak.

Pemasaran produk dilakukan melalui penjualan langsung, baik secara grosir maupun eceran. Anton juga memanfaatkan berbagai platform digital, seperti TikTok, Shopee, dan Facebook untuk memperluas jangkauan pasar.

Dalam memenuhi kebutuhan produk, Bozz Tromol menjalin kerja sama pasokan dengan sejumlah pabrik di Tangerang dan Surabaya. Dukungan jaringan pemasok serta strategi pemasaran tersebut membuat produknya mampu menjangkau konsumen dari berbagai wilayah di Indonesia.

Baca Juga :  UMKM Naik Kelas: Dari Kebun ke Inovasi Produk, Pelatihan Olahan Pisang Bernilai Jual Tinggi

Tidak hanya mendukung pengembangan usaha melalui pembiayaan, BRI juga membantu kebutuhan transaksi dan operasional Bozz Tromol. Salah satunya melalui pembukaan rekening BRI bagi seluruh 26 karyawan.

Sistem pembayaran gaji yang sebelumnya dilakukan secara tunai kini beralih menggunakan rekening BRI dengan dukungan aplikasi Qlola. Langkah ini turut mendorong pengelolaan transaksi usaha menjadi lebih praktis dan terintegrasi.

Pemimpin Cabang BRI Kantor Cabang Demak, Fajrul Haq, mengatakan perkembangan Bozz Tromol menjadi gambaran peran pembiayaan dan layanan perbankan dalam membantu pelaku UMKM meningkatkan skala bisnis.

“BRI berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan UMKM melalui akses pembiayaan yang produktif dan layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Kami berharap dukungan KUR serta pemanfaatan layanan perbankan BRI dapat membantu pelaku usaha seperti Bozz Tromol meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas jangkauan pasar, dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujar Fajrul Haq.

Anton mengapresiasi dukungan BRI yang telah mendampingi perjalanan usahanya sejak awal memperoleh pembiayaan. Menurutnya, proses pengajuan KUR didukung pelayanan petugas BRI yang cepat, ramah, dan membantu.

Ke depan, ia berharap Bozz Tromol terus berkembang bersama BRI, memperluas jangkauan pemasaran, serta meningkatkan kapasitas produksi.

Kisah Bozz Tromol menjadi bukti bahwa hobi yang dikelola dengan keseriusan dan keberanian melihat peluang dapat berkembang menjadi usaha produktif. Dengan pengelolaan bisnis yang tepat serta dukungan akses pembiayaan, usaha yang bermula dari bengkel rumahan pun berpeluang tumbuh dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. (J02/A01)

Berita Terkait

Berawal dari Modal Rp5 Juta, Usaha Camilan Daffa Jaya Kini Pekerjakan Enam Karyawan
BRI Demak Apresiasi Pelaku UMKM melalui Awarding BRIncubator Lokal 2026
BRI Demak Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Digital Marketing dan Branding
BRI Demak Serahkan Tenant UMKM di Program Demang Ngantor Deso, Dorong Usaha Lokal Naik Kelas
Transaksi Tembus Rp 65 Juta, Galeri Dekranasda Kudus Jadi Etalase UMKM Lokal
UMKM Kudus Didorong Makin Kreatif, Dekranasda Siapkan Strategi Perluasan Pasar
Srikandi Fair Semarakkan HUT ke-81 RI, UMKM Kudus Ikut Kebanjiran Berkah
BRI BO Demak Serahkan Tenant UMKM kepada UMKM Binaan dalam Kegiatan Demang Ngantor Deso di Desa Jragung
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 16:26 WIB

Berawal dari Modal Rp5 Juta, Usaha Camilan Daffa Jaya Kini Pekerjakan Enam Karyawan

Kamis, 5 November 2026 - 16:16 WIB

Berawal dari Hobi Modifikasi Motor, Anton Sukses Kembangkan Bozz Tromol hingga Punya 26 Karyawan

Kamis, 5 November 2026 - 12:36 WIB

BRI Demak Apresiasi Pelaku UMKM melalui Awarding BRIncubator Lokal 2026

Selasa, 3 November 2026 - 17:50 WIB

BRI Demak Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Digital Marketing dan Branding

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:24 WIB

BRI Demak Serahkan Tenant UMKM di Program Demang Ngantor Deso, Dorong Usaha Lokal Naik Kelas

Berita Terbaru