Jurnalpantura.id, Demak – Berawal dari usaha rumahan dengan modal hanya Rp5 juta, Nurul Qomariyah, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Desa Kedondong, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, berhasil mengembangkan bisnis makanan ringan bermerek Daffa Jaya.
Dirintis sejak 2016, usaha tersebut kini berkembang dengan menghasilkan sekitar 10 jenis produk camilan dan mampu menyerap enam tenaga kerja. Perkembangan Daffa Jaya tidak lepas dari ketekunan Nurul dalam berinovasi serta dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.
Perjalanan Daffa Jaya bermula pada 1 September 2016. Saat itu, Nurul memiliki ide untuk mengolah pisang hasil kebun milik ayahnya menjadi keripik pisang. Dengan menggunakan gula asli sebagai bahan tambahan, ia mencoba membuat camilan yang ternyata mendapat respons positif dari masyarakat sekitar.
Melihat peluang pasar dan belum banyaknya produsen keripik pisang di lingkungan tempat tinggalnya, Nurul kemudian memutuskan untuk mengembangkan produk tersebut menjadi sebuah usaha.
Pada tahap awal, produksi dilakukan dalam skala kecil dengan memanfaatkan satu tandan pisang. Produk yang dihasilkan dipasarkan melalui sistem titip jual ke sejumlah toko. Respons pasar yang cukup baik membuat hasil penjualan dapat diputar kembali untuk memenuhi kebutuhan produksi berikutnya.
Namun, perjalanan usahanya tidak selalu berjalan mulus. Nurul sempat menghentikan produksi selama kurang lebih dua tahun karena kondisi kesehatan. Setelah kembali bangkit pada 2020, ia mulai mengembangkan usaha dengan melakukan diversifikasi produk, salah satunya menambahkan kacang bawang.
Seiring berjalannya waktu, Daffa Jaya terus berinovasi hingga kini memiliki sekitar 10 jenis makanan ringan yang dipasarkan kepada konsumen.
Dalam memperluas pemasaran, Nurul menerapkan strategi penjualan secara grosir maupun eceran. Produk Daffa Jaya dipasarkan melalui toko-toko di sekitar wilayah tempat tinggalnya, pusat oleh-oleh, pesanan dari relasi, instansi pemerintahan di Kabupaten Demak, hingga berbagai kegiatan pameran UMKM.
Daffa Jaya juga memanfaatkan jaringan pemasaran melalui Rumah BUMN BRI Demak. Untuk menjaga kepercayaan konsumen, Nurul konsisten memperhatikan kualitas produk, mulai dari pemilihan bahan baku yang baik dan alami hingga penggunaan kemasan menarik yang menyesuaikan perkembangan pasar.
Dalam mendukung pengembangan bisnisnya, Nurul memanfaatkan fasilitas pembiayaan KUR BRI sebesar Rp300 juta. Tambahan modal tersebut digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memenuhi kebutuhan operasional usaha.
Dukungan pembiayaan itu turut mendorong perkembangan Daffa Jaya. Usaha yang awalnya dijalankan secara mandiri dengan satu orang tenaga kerja tersebut kini mampu berkembang dan mempekerjakan enam karyawan.
“Alhamdulillah, dengan adanya tambahan modal dari KUR BRI, kami bisa meningkatkan jumlah produksi. Pelayanan petugas BRI juga sangat baik, proses pengajuan dilakukan dengan cepat dan ramah. Selain pembiayaan, kami juga mendapatkan pendampingan dari Rumah BUMN BRI, mulai dari pelatihan, fasilitasi kemasan hingga fasilitasi halal,” ungkap Nurul.
Tidak hanya memberikan akses permodalan, BRI melalui Rumah BUMN BRI Demak juga menghadirkan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing produk UMKM. Pendampingan tersebut meliputi pelatihan usaha, fasilitasi pengembangan kemasan, hingga fasilitasi sertifikasi halal.
Pemimpin Cabang BRI BO Demak, Fajrul Haq, mengatakan dukungan terhadap pelaku UMKM merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui akses pembiayaan dan pendampingan usaha.
“BRI terus berupaya hadir sebagai mitra strategis bagi pelaku UMKM melalui penyediaan akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha, termasuk melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kami juga mendorong pengembangan kapasitas UMKM melalui berbagai pendampingan, salah satunya melalui Rumah BUMN BRI, agar pelaku usaha dapat meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan. Kami berharap kisah Daffa Jaya dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk terus berinovasi dan mengembangkan usahanya,” ungkap Fajrul Haq.
Ke depan, Nurul berharap Daffa Jaya dapat berkembang menjadi produsen makanan ringan dengan skala usaha yang lebih besar. Dengan kapasitas produksi yang meningkat, ia ingin menghadirkan produk dengan harga semakin kompetitif sekaligus memperluas jaringan pemasaran melalui reseller.
Kisah Daffa Jaya menjadi gambaran bagaimana ketekunan, inovasi, akses permodalan, dan pendampingan dapat mendorong usaha rumahan tumbuh menjadi bisnis yang mampu membuka lapangan pekerjaan.
Melalui dukungan pembiayaan dan pendampingan berkelanjutan, BRI berkomitmen untuk terus mendorong UMKM agar semakin produktif, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat.










